Gemesin


Aku masih larut dengan “Rindu Di Awan Biru” yang dibawakan oleh penyanyi Minang terkenal Boy Sandi. Pemuda tunanetra yang selalu memakai kacamata hitam ini memiliki suara khas, yang pastinya akan membuat bergidik setiap anak rantau Minang dengan lagu-lagunya. Lagu ini baru kudapatkan dari adik tetangga kamar sebelah. Maklumlah, database lagu Minangku terlalu update. Apalagi semenjak kursus bahasa Inggris aku lebih suka mendengarkan lagu-lagu Barat dari Celine Dion ataupun penyanyi cantik pemain “A Walk To Remember”, Mandy Moore.

Ketika kuketikkan beberapa bait awal lagu ini di facebook, seorang Adik dari Teluk Kuantan yang sekarang lagi kuliah di Sastra Indonesia UNY, melengkapi semua bait yang tersisa. Saat kubuka facebook pagi ini, aku hanya bisa senyum-senyum sendiri. Tak habis pikir dengan candaannya yang bikin aku sulit melepaskan tawa.

Aku senang dengan karakter luwesnya. Meskipun beberapa kali aku bikin dia marah. Tapi tetap aja ia bisa menormalkan suasana, bahkan seringkali bercanda. Padahal cuma satu kali kami bertemu. Ketika DAD IMM UNY di kawasan wisata kaki Gunung Merapi Jogja, Kali Kuning.  Tapi rasanya dah kenal bertahun-tahun. Pasti ada aja lawakan yang dia bumbui saat kami chat lewat facebook. Aku menemukan sisi humorisku lewat perkenalanku denganku. Kadang bisa melihat perempuan dari perspektif yang lebih luas. Tak sekedar untuk dijadikan pacar atau istri, tapi bisa jadi sahabat yang bisa saling marah-marahan, saling bantah-bantahan, atau saling ledek-ledekan.

Dia melepas sisi seriusku dengan jenakanya yang cerdas. Dia obati ketika aku kesepian. Kadang dia tiba-tiba berubah jadi dewasa, saat kita dah mulai pada obrolan yang berat-berat. Tapi tetap aja ujung-ujungnya, bercanda lagi.

Aku tak bisa melepaskan senyumku ketika menuliskan postingan ini. Sambil menikmati headset dengan alunan “Rindu Di Awan Biru”…

Ah Itas, kalau saja dirimu adalah adikku, pasti dah ku cubit-cubit pipimu sampai merah… Gemesin sih masalahnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s