Entah kenapa sejak kemarin pagi aku merasa resah. Ngak bisa mikir, ngak bisa bikin tulisan untuk ujian conversation Mr. Ahwy, ngak ada translate dari New York Times ataupun The Guardian yang biasa kulakukan, ngak ada spirit untuk lakuin sesuatu hatta sekedar menyapu kamar atau mencuci pakaian kotor yang sudah menumpuk. Hanya mengutak-atik komputer ngak jelas, berpindah dari satu situs ke situs lain, tanpa keseriusan membaca berita-berita yang terpajang. Psikosomatis karena status pengangguran yang sudah kusandang selama 4 bulan.

Assalamu’alaikum…. Wa’alaikumussalamIni Mas Anggun Gunawan?Ya betulGini Mas, kemarin Mas masukin lamaran ke RepublikaIya Mbak, benarJadi Mas diminta untuk wawancara hari Senin besok di Jakarta... Ah??? Ya benar Mbak??? Iya, nanti wawancaranya jam 10.30. Mas langsung aja ke kantor Republika…”

Telepon dari officer Republika yang bernama mbak Sheila sekitar jam 2 siang kemarin itu, membuatku amat terkejut. Ngak nyangka akan dipanggil untuk wawancara. Akupun sudah menyiapkan beberapa beberapa alternatif jika belum juga dapat kerja sampai bulan Agustus besok. Suprise yang membuatku mati gaya. Senang sekaligus harap-harap cemas. Apakah aku bisa menjawab pertanyaan HRD Republika dengan baik? Apakah bisa ngomong Inggris lancar ketika interview-nya pake Bahasa Inggris? Karena, aku seringkali nervous kalau lagi ngomong. Apalagi conversationku masih butuh diperbaiki lagi.

Hanya do’a yang bisa kupanjatkan. Sekaligus mengeluarkan kemampuan terbaik yang kumiliki. Soal hasilnya, aku hanya menyerahkan semua kepadaNya. Apapun keputusan dari HRD Republika aku akan mempersiapkan diriku menerimanya.

Hari ini, aku harus mencari tiket ke terminal. Pinginnya berangkat pake kereta aja, tapi berhubung kantor Republika di Jakarta Selatan dan kos-an Wanda, teman satu asrama yang sekarang bekerja di Tripatra, tempat aku numpang menginap nanti, juga di Jakarta Selatan, maka kuputuskan nyari bis yang berhenti di Lebak Bulus. Mudah-mudahan perjalananku lancar-lancar saja.

Aku ngak tahu, apakah bisa menulis di blog ini selama di Jakarta? Tapi aku sangat butuh dukungan dan do’a dari teman-teman pengunjung setia blog-ku ini. Sebuah do’a agar aku bisa mewujudkan impianku menjadi wartawan Republika…

Makasi banyak ya teman-teman atas kebersamaannya selama ini. Thanks so much…