Pesan yang engkau kirimkan tak lebih dari sekedar pesan biasa. Mungkin aku saja yang kege-eran, menyangka ini adalah bentuk perhatianmu. Terlalu lama aku hidup dalam kesemuan, di bawah bayang-bayang samarmu. Aku selalu mengingau bahwa dirimulah cinta sejatiku.

Hah, ternyata aku hidup dalam kegilaan. Selama lebih dari 12 tahun aku hidup dalam rekayasa pikiranku sendiri. Aku menjauh dari kenyataan dan merasa biasa dengan kondisi itu.

Tapi hari ini, kesadaranku mulai terkuak. Engkau bukan siapa-siapa. Hanya orang yang pernah mencuri perhatianku sewaktu SMA. Hanya gadis biasa yang memang cantik, tapi masih banyak yang lebih cantik dari dirimu.

Aku tak ingin menumpahkan kebencianku lewat tulisan ini. Tapi aku hanya ingin mengekspresikan kemenanganku. Setelah tersesat di gua gelap bertahun-tahun, akhirnya mataku terbuka. Engkau tak pantas untukku. Silahkan kejar cintamu, akupun akan mengejar cinta dan membuang setiap kenangan yang pernah ada tentang dirimu.

Aku memang terluka. Aku merasa sakit. Hatiku hancur. Tapi aku belum mati. Masa depan nan cerah masih bisa kugapai. Bukan untuk kembali meraih hatimu, tapi untuk masa depanku sendiri. Persembahan buat bidadari hatiku yang baru. Karena dia lebih pantas mendapatkan kesungguhan, kesetiaan dan cinta sejatiku. Bukan dirimu.

Selamat jalan Ms. G. Tuhan memang menakdirkan aku bertemu denganmu. Namun engkau hanya masa lalu. Tak kubiarkan engkau mencabik masa depanku. Good bye…