Penantian 6 tahun itu berbuah manis kemarin sore. Team Asramaku akhirnya bisa menjuarai turnamen sepakbola Mersi Cup 4. Mersi Cup 1 tahun 2004 kalah menyakitkan di perempatan final dengan score 1-0 oleh Minang Sepakat. Mersi Cup 2 tahun 2006 juga berakhir menyakitkan, kalah adu penalti dari Asrama Gunung Merah Sulit Aia. Mersi Cup 3 tahun 2008 , kembali menelan pil pahit disingkirkan di final oleh Team Tanah Datar. Alhamdulillah, Mersi Cup 4 tahun 2010 bisa juara pertama setelah mengalahkan ISI dengan score 2-0.

Turnamen Mersi Cup adalah kejuaraan sepakbola antar komunitas perantau Minang di Yogyakarta yang konon mencapai 10ribuan orang. Diinisiasi oleh teman-teman asrama, untuk memberikan hiburan kepada komunitas Minang perantauan dan warga kampung Karangwaru, turnamen ini menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu oleh komunitas Minang se-Jogja selain acara Halal bi Halal Syawalan.

Aku sudah menjadi team inti asrama sejak Mersi Cup 1. Karir sepakbolaku di mulai terang sejak SMA dengan masuk sebagai anggota team SMAN 1 Kota Solok. Satu kali turnamen yang masih kuingat adalah Turnamen antar klub se-kota Solok yang memberikan pengalaman berharga kepadaku sebagai bek kanan. Menang di babak penyisihan pertama, langkah team SMA-ku kandas oleh Team POP Solok yang diperkuat oleh para polisi muda yang secara fisik dan teknik jauh kalah dari kami yang masih SMA.

Kuliah di UGM membuatku berkesempatan untuk menyalurkan bakat sepakbola-ku. Latihan bersama teman-teman Karangwaru yang kebanyakan adalah pemain Sinar Oetara, klub Divisi Utama PSIM Jogja, paling tidak membantu memperbaiki skill sepakbolaku yang pas SMA lebih banyak terolah lewat pertandingan antar kelas, sabtu siang setelah pulang sekolah. Dengan komandan Af yang sekarang sudah jadi PNS di Kota Solok selepas tamat STPDN, pertandingan panas siang hari di lapangan Merdeka Solok tanpa sepatu itu, telah menjadikan aku sebagai bek yang diperhitungan di SMA.

Ya, mungkin inilah persembahan manis di akhir-akhir aku menginjakkan kaki di Jogja. Setelah menyelesaikan kursus bahasa Inggris, aku tak tahu kemana nasib akan membawaku. Apakah masih bisa bertahan di Jogja, ataukah harus terbang lagi ke kota lain demi masa depanku. Yang pasti, menjadi juara Mersi Cup 4 tahun ini dengan status sebagai Kapten Team sungguh pengalaman indah dalam hidupku.

Kupersembahkan kemenangan ini untukmu Greaty. Meskipun aku tak bisa berteriak menyebutkan namamu. Tapi jauh di lubuk hatiku, wajahmu selalu hadir dalam kegembiraanku di sini.