Dering handphone sekitar jam 6 tadi membangunkanku dari tidur lanjutan setelah sholat shubuh. Maklumlah, tadi malam letih setelah memenangkan pertandingan semifinal Mersi Cup 4, membuatku tak bisa memejamkan mata. Suara dari ujung sana terasa lembut. Dengan salam yang membuyarkan kantukku. Ya, telepon dari Istri Uda Rizal Yaya, yang sekarang lagi kuliah S3 di Aberden University Scotland, datang menghampiriku. Menanyakan tentang asrama, biaya kuliah UGM dan biaya hidup di Jogja. Agak tersendat kerongkonganku menjawab pertanyaan “Uni”, karena sariawan dan tenggorokan sakit. Namun, karena yang nanya adalah “Uni” tersayang, kujawab dengan sejauh yang kuketahui meskipun suara sudah hilang-hilang muncul.

Tak mau lagi ketinggalan pengajian di PP. Muhammadiyah, segera kucuci muka dan kunci motor. Alhamdulillah yang ngisi pengajian tetap Prof. Yunahar Ilyas. Ustadz yang kukagumi karena kemampuan logika dan keluwesan beliau dalam menginterpretasi dogma-dogma agama. Meskipun Lc dari Saudi Arabia yang terkenal dengan “kesaklekan” dalam menetapkan hukum-hukum agama, Ustadz Yun termasuk yang berpikiran lebih luas dan terbuka dibandingkan alumni Saudi yang lain.

Hingga pagi ini tiada hal istemewa yang menghampiriku. Semua terasa biasa…