Tadi malam, kusempatkan mendatangi JED untuk melihat pengumuman hasil test untuk level basic Integrated Program yang telah kuikuti selama satu bulan. Alhamdulillah, aku dinyatakan lulus dengan nilai 78 untuk grammar dan 84 untuk conversation. Melewati batas nilai 65 yang dijadikan standar kelulusan siswa untuk melanjutkan level berikutnya. Awalnya aku agak khawatir dengan nilai grammar-ku. Maklumlah nilai mid semester yang diperlihatkan miss Vika setelah ujian grammar di minggu kedua kursus teramat jelek. Tapi syukurlah di final test Kamis kemarin, score-ku lumayan tinggi sehingga mendongkrak nilai secara keseluruhan.

Untuk level baru di pre-intermediate, aku kembali bertemu Miss Vika di kelas grammar. Tentu akan menyenangkan bertemu dengan guru yang kusukai cara ngajarnya itu. Mudah-mudahan aku bisa sprint dari awal hingga meraih nilai yang baik di mid test dan final test juga tentunya.

Mulai hari ini, aku harus mempertahankan semangatku untuk mengikuti kursus tanpa absense satu haripun seperti yang telah berhasil kulakukan di basic level. Karena ada capaian score minimal 475 dan good conversation yang harus kukejar paling tidak sampai bulan Juni nanti sebagai syarat mendapatkan beasiswa dari CRCS UGM. Semua itu tidak bisa kulakukan tanpa semangat, kerja keras, dan pertolongan dari Allah.

Kemarin, saat iseng-iseng buka situs British Council, kutemui profil Menteri Luar Negeri Indonesia Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc. Beliau adalah Doktor dari Australian National University, Bachelor dari London School of Economics, dan Master dari Universitas Cambridge Inggris. Dalam testimoninya ketika belajar pertama kali di Inggris, Pak Marty sangat kesulitan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Hingga tiap malam ia bangun jam 1 dinihari untuk membuka kamus bahasa Inggris dan menuliskan kalimat demi kalimat dalam bahasa Inggris di buku. Kebiasaan itu beliau lakukan selama 3 tahun. Tentu, kalau ingin seperti Pak Marty aku harus meneladani keseriusan dan kesabaran beliau untuk menguasai bahasa Inggris yang awalnya juga tidak beliau untuk kesulitan menguasai bahasa internasional satu ini.

Pagi ini, aku harus pergi ke kantor seperti biasa, setelah kemarin minta izin tak datang karena migrain-ku kambuh lagi. Sorenya, kembali berkutat dengan kursus sampai malam hari. Aku harus tetap semangat. Karena untuk meraih cita-cita yang tinggi harus melewati rintangan yang berat. Kalau terlena dengan rasa malas, alamat masa depan akan muram.

Ya Allah, hadirkanlah kekuatan dalam hatiku dan hilangkan rasa malas dari diriku. Amien… Ayo Gun, semangat…