Asrama terasa lenggang karena anak-anak pada keluar main futsal. Aku tak ikut meskipun diajak. Maklumlah fisikku tak lagi seperti dulu. Tak lagi bisa mengimbangi fisik mahasiswa. Waktuku sekarang lebih banyak dihabiskan untuk bekerja dan belajar bahasa Inggris. Kalaupun ada waktu luang, tentu aku akan memilih untuk beristirahat saja daripada berolahraga.

Seharian ini langit mendung memayungi kota Jogja. Dingin menusuk relung-relung tubuhku. Sebentar anganku melayang mengingat kampung halaman. Beberapa saat kemudian kerinduan itupun hilang digantikan oleh beban kerja yang harus kutunaikan hari ini.

Tanpa terasa, sudah satu bulan aku melewati kursus bahasa Inggris di JED. Besok final examination Grammar dan Conversation harus kuhadapi. Persiapanku masih minim. Apalagi lelah yang menjerat tubuh malam ini, membuatku malas untuk kembali membuka catatan. Mungkin besok saja, menjelang berangkat ke kantor, kucuba menghafal beberapa bahan yang telah diberikan oleh Miss Fika dan Mr. Ahwy.

Tak ada yang istemewa malam ini. Semua mengalir seperti biasa. Tak ada lagi anak jalanan yang biasanya kutemui di persimpangan lampu merah menjelang pulang ke asrama. Tak ada lamunan romantic yang membuatku ekstase dalam mimpi.

Kucuba obati lelah lewat jet audio dengan memilih lagu “Tak Rela Berpisah Darimu” yang dibawakan oleh Kak Siti Nurhaliza. Lagu terbaik yang kusuka dari Kak Siti. Lagu yang mengajarkanku untuk teguh memperjuangkan cinta.

Ah, rasanya waktu begitu cepat berlalu. Aku berpacu menghadang masa depan. Agar aku tak dilindas oleh pergerakan zaman. Aku harus tetap semangat, meskipun letih di badan membuatku terpaksa harus sesekali terhenti untuk beristirahat.

Kan perjuangkan mimpi-mimpiku. Karena kuyakin, mimpi bisa diwujudkan dalam nyata. Tak ada yang tak mungkin selama kita terus berusaha dan berdo’a. Ya Allah, iringilah langkahku dengan ridhai-Mu. Agar tak sia-sia apa yang telah kulakukan selama ini… Amien…