Aku harus mengucapkan ribuan terima kasih kepada Mas Arif Nurcholis, kakak senior di IMM UGM – sang Admin website Muhammadiyah, yang telah menelponku kamis pagi lalu. Lewat Mas Arif-lah, akhirnya aku bisa melepaskan status sebagai “penganguran” yang teramat berat untuk disandang, dengan pekerjaan baru sebagai staff Humas Pimpinan Pusat ‘Aisyiah, sebuah organisasi wanita terbesar yang dihuni oleh Ibu-Ibu Muhammadiyah. Paling tidak, aku bisa mengisi waktu luang dari pagi sampai sore sebelum berangkat ke JED untuk menjalani rutinitas 4 hari seminggu biar ngerti bahasa Inggris..:)

Kemarin adalah hari pertama mulai bekerja. Sebuah liputan Round Table Discussion Lembaga Kebudayaan PP. ‘Aisyiyah di aula PP. Muhammadiyah Cik Di Tiro Yogyakarta. Menghadirkan pembicara beken seperti Prof. Yuhanar Ilyas (Ketua PP. Muhammadiyah – Pakar Tafsir Al Qur’an), Dr. Hamim Ilyas (Dosen UIN Sunan Kalijaga – Pimpinan Majelis Tarjih Muhammadiyah), Prof. Dr. Siti Chamamah Soeratno (Guru Besar Linguistik UGM – Ketua Umum PP. ‘Aisyiah yang konon menguasai 9 bahasa dunia), Puji Hartono (Pimpinan Corps Dakwah Pedesaaan), Sabar Narimo (Dosen FKIP UMS), dan Ibu Sani Saleh (Mahasiswi Program Doktoral UNY), membuat adrenalin akademis-ku bangkit kembali setelah satu bulanan lebih vakum pasca wisuda.

Berkecimpung di tengah kegiatan perempuan memang tak pernah terpikirkan olehku. Timbul keraguan apakah aku bisa bertahan di tengah ibu-ibu yang memang terkenal dengan keriuhan obrolan dan “ngegosip” itu? Ternyata liputan pertama kemarin membuyarkan pradugaku. Yang kuhadapi adalah ibu-ibu intelek yang rata-rata berekonomi mapan dan bergelar master. Wah, benar-benar suprise. Decak kagum menghiasi kala mendengar beliau-beliau yang rata-rata berusia 50/60-an itu mulai berorasi dan berdiskusi.

Mudah-mudahan aku betah dengan pekerjaan pertama pasca menyelesaikan studi S1 ini. Bisa mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu dari ibu-ibu ‘Aisyiyah yang memang keren-keren. Terus semangat menjalani kursus bahasa Inggris-ku, karena seringkali tamu yang datang adalah bule-bule luar negeri. Tentunya semakin membuatku semakin siap untuk menempuh program S2 karena tak boleh kalah dunk dengan beliau-beliau ‘Aisyiyah yang sudah bergelar doktor dan master.

Semoga kesan pertama kemarin, bisa terus bergulir di hari-hari berikutnya. Amien… Alhamdulillah Ya Allah…