Kunikmati alunan merdu rintik-rintiknya nan terhempas di bumi. Diiringi hembusan angin yang hadirkan dingin di siang ini. Hanya sebentar mampu kupejamkan mata. Seolah tak mau melepaskan betapa indahnya ia menemani ksepianku ini.

Tak ada lagi igauan akan Greaty. Tak ada lagi bisikan kerinduan akan kampung halaman. Tak ada lagi penyesalan atas apa yang telah terjadi. Ku cuba nikmati apa yang ada di hadapan mataku. Menikmati suasana Jogja seperti tanah kelahiran sendiri. Tak ada iringan suara Kak Siti yang melambungkan angan. Semua berjalan naturally.

Tak ada suasana melankolis yang dikondisikan. Tak ada tangis yang dipaksakan. Hanya sebuah tekad yang membara di hati, hari esok harus lebih baik dari apa yang kualami hari ini.

Meskipun satu per satu teman pergi menjauh. Meskipun satu per satu mulai menebarkan kebencian. Meskipun sindirian dan cemooh menghampiri, aku tak lena dengan semua itu. Meskipun hari ini harus menjadi hina dan terhinakan. Meskipun harus  kehilangan persahabatan yang menghangatkan. Meskipun harus kehilangan cinta yang diperjuangkan. Meskipun pahit harus kuhadapi saat ini, kan kucuba melewati itu semua.

Memang sulit kehilangan cinta. Memang sakit menerima penolakan. Tapi itulah hidup yang harus dijalani. Semua baru deretan ujian perdana untuk menapaki keadaan yang lebih baik. Harus ada cobaan untuk menguji sejauhmana kekuatan diri.

Hari ini aku memang kalah dalam meraih cinta dan cita-cita. Gagal meraih impian. Pencapaian yang tak seberapa dengan dibandingkan teman-teman lain yang sebaya. Aku harus akui kekurangan dan kekalahanku saat ini.

Tapi, mulai detik ini aku akan terus melangkah maju ke depan. Tak lagi menoleh ke belakang. Biarkanlah masa lalu hanya menjadi catatan sejarah yang tak perlu kusesalkan.

Selama Tuhan memberikanku anugerah. Selama Tuhan memberikan aku nafas. Selama itu juga aku akan terus berjuang memperbaiki diri. Tiada henti, sampai Dia sendiri yang memutuskan saatnya untuk kembali.

Tetesan hujan masih sedia menemaniku. Bukan untuk menangis. Bukan pula ntuk hadirkan sendu di hatiku. Hujan datang ntuk mengajakku berpikir bahwa hidup belum berakhir. Hujan datang menawarkan masa depan yang indah kepadaku, apabila aku tahan menghadapi segala rintangan. Hujan datang menghampiri ntuk berikan semangat baru untukku.

Iklan