Beberapa hari ini pikiranku buntu untuk menuliskan kata-kata di blog ini. Entah sakit apa yang sedang menderaku? Seringkali tubuh ini terasa letih. Hingga aku lebih banyak berbaring di atas kasur busa yang sudah 7 tahun lebih menemaniku. Satu kalimat selalu terucap saat kupejamkan mata. Kalimat yang hadir dari alam bawah sadarku. “Greaty, aku letih.. Aku capek..”.

Aku sadar se-sadar-sadarnya, tiadalah bermakna igauanku ini. Tiada mampu didengar oleh pemilik nama yang sedang kusebut. Tapi, hanya itu yang bisa kulakukan. Paling tidak gejolak yang bergemuruh di dada, bisa jua sedikit terobati.

Aku tahu bahwa jiwaku sedang sakit. Sakit karena cinta. Sakit karena masih membiarkan rasa 12 tahun lalu tetap bersemanyam di hati. Betapa kuingin hilangkan perasaan ini. Namun, setiap kucuba untuk melupakannya, malahan luka itu hadirkan nyeri lebih perih lagi. Aku seakan tak mampu melawannya. Melawan alam bawah sadarku sendiri. Aku hanya mencoba bertahan, meski harus meringis kesakitan.

Beberapa hari yang lalu, kukirimkan surat kepada Greaty lewat pesan di facebook. Karena lewat media itulah aku bisa mengobati kerinduan kepadanya. Kuharap Greaty meluangkan waktu untuk membaca suratku di tengah kesibukkan kerjanya. Memang besar harapku, ia mau membalas barang satu-dua kalimat. Tapi jikapun tiada ada balasan, kelapangan hati sudah kusediakan agar airmata tak bercucuran.

Ya Tuhan, aku tak mengerti dengan perasaanku. Aku tak paham dengan liku yang sedang kujalani. Apakah ini adalah hukuman atas dosa-dosaku kepadaMu? Apakah semua ini akibat kemaksiatan yang kulakukan kepadaMu? Aku tak tahu Tuhan…

Aku lena dalam kesepianku. Aku larut dari kesedihanku. Tak tahu harus menyembuhkannya dengan apa. Aku gamang dengan semua. Bagaikan bahtera yang terhempas di tengah luasnya samudera.

Aku tak peduli, apakah ada yang bersimpati? Meskipun aku teramat berharap ada sedikit empati dari dirinya yang teramat kucinta. Semua bukan karena keegoisan harapan masih ingin bersamanya, yang masih kupegang teguh sampai detik ini. Tapi karena cinta yang aku sendiri tak mampu mengakhiri…

Iklan