PW Alias Pendamping Wisuda


Dah dapat PW alias pendamping wisuda Gun? Itulah yang ditanyakan oleh beberapa teman dekatku menjelang wisuda tanggal 18 Februari 2010 besok. Terus terang sampai saat ini aku belum menemukan gadis untuk menemani hari bersejarah itu. Kalau dihitung, masih ada 22 hari lagi untuk mencari PW. Tapi aku bertanya, buat apa sih pake PW-PW segala? Bukankah kehadiran keluarga sudah lebih dari cukup?

Apakah beberapa hari ke depan aku mesti berburu pacar sehingga bisa dikenalkan kepada khalayak pada saat wisuda? Kayaknya ngak deh. Kalau cuma untuk nyari pendamping wisuda dan foto-foto wisuda jadi eksklusif, kayaknya ngundang adik-adik Filsafat dan IMM  (banyak cantik-cantik lho yang cantik-cantik) sudah lebih dari cukup.

“Ah, apakah ini karena masih ada Greaty di hatimu Gun?” Mungkin iya. Dialah yang paling ingin kuundang untuk menghadiri acara wisudaku. Tapi itu, mungkin hanya harapan hampa. Sulit untuk terwujud jika melihat keadaan saat ini.

Tak ada masalah ada PW atau tidak. Tak masalah yang datang banyak atau tidak. Yang penting Bapak sama Ibu bisa hadir sekaligus merasakan hasil perjuangan anaknya selama 7,5 tahun melewati hari-hari yang berat di Jogja. Senyum dan kebahagiaan Bapak dan Ibu sudah lebih dari segalanya.

Terus terang, aku tak lagi menghiraukan masalah perempuan sekarang kecuali terus mengingat Greaty. Aku tak lagi jengah saat ditanya oleh teman-teman pengajian, “kapan nikah Gun?” Kujawab saja, “aku mau membiayai ONH (Ongkos Naik Haji) Bapak dan Ibu dulu, baru nikah.” Biarlah kerja kerasku dirasakan oleh Bapak dan Ibu serta Adik-Adik-ku lebih dahulu. Bukankah Bapak dan Ibu sudah pontang-panting membiayai kuliahku. Sampai-sampai menjelang masa pensiun, beliau masih saja menguras tenaga demi studi anak sulungnya ini.

Kalau Bapak dan Ibu sudah kangen menimang cucu, kupersilahkan kepada Adik-Adikku menikah duluan. Karena aku mau ambil S2 dulu. Masih mau belajar banyak hal lagi. Setelah itu meniti karir di dunia kerja. Masih 5 tahun lagi. Aku berharap Allah menolongku  melewati godaan dunia, terutama godaan wanita. Mungkin saat itu umurku sudah 30-an tahun. Tapi tak masalah, bukankah Ustadz Ridwan Hamidi yang begitu kukagumi juga menikah ketika berumur 30-an???

***********************************

Tak seperti wisuda bulan November kemarin sebanyak 21 orang, calon wisudawan/wati dari fakultas Filsafat Februari 2010 nanti hanya 8 orang. 7 laki-laki, satu perempuan. Tak ada yang cumlaude. Rata-rata tahun kelulusan cukup lama, 6 tahun 4 bulan. Makanya aku berseloroh, wisuda februari nanti adalah prosesi cuci gudang fakultas Filsafat.  IPK rata-rata 3,22. IPK yang cukup memuaskan menurut Pak Mukhtasar, Dekan fakultas Filsafat. Adapun kedelapan calon wisudawan  Fakultas Filsafat UGM periode Februari 2010, antara lain:

****************************

Beberapa saat lagi aku harus siap-siap berangkat ke kampus untuk mengurus kelengkapan administrasi wisuda. Setelah itu, mau nyerahin naskah ke penerbit dekat UIN Sunan Kalijaga. Ya, mudah-mudahan langkahku hari ini diridhaiNya. Apapun yang terjadi aku mesti semangat. Karena tiap hembusan nafas yang diberikan Tuhan kepada manusia adalah nikmat yang terkira harganya. Nikmat yang akan dipertanggungjawabkan di Padang Mahsyar nanti.

Ya Allah, semoga ada hari yang indah untukku. Amien…

Iklan

One thought on “PW Alias Pendamping Wisuda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s