Menuju Yudisium


Pagi ini, handphoneku berdering. Dua sms datang dari Ustadz Ridwan Hamidi. Menanyakan kabarku dan rekaman kajian saat aku menjadi santri Pondok Mahasiswa Almadinah Pogung 4 tahun yang lalu. Kusambut sms dari beliau, meski dengan berat hati aku harus mengatakan tak punya rekaman kajian. Maklumlah, saat itu aku masih gaptek. Belum punya flashdisk apalagi komputer. Hanya mengandalkan catatan di buku gado-gado yang bercampur antara catatan kuliah dengan catatan kajian. Aku hanya bisa mengatakan sama Ustadz, akan mengusahakan mencari catatan lama itu.

Masih tersisa rasa bersalah saat menabrak gerobak mie bakso kemarin siang. Ketika aku muter-muter mencari Jogja English Dormitory di daerah Gowok. Untung saja, gerobak mas penjual bakso itu ngak apa-apa dan masih bisa tersenyum saat kupintakan maaf. Alhamdulillah motorkupun hanya lecet sedikit. Ya, beginilah kalau ngak konsentrasi melihat jalan. Gerobak yang besar dan sudah berdiri di tempat yang aman-pun sampai tertabrak.

Setelah nyasar ke SMA UII dan Mts Lab UIN Sunan Kalijaga, akhirnya kutemukan juga calon tempat kursus setelah wisuda nanti. Disambut oleh 2 orang mbak-mbak di front office. Kudapatkan juga informasi seputar Jogja English Dormitory, tempat kursus yang diberitahukan oleh Mas Najib, teman di Filsafat yang sempat jalan-jalan ke Jerman setelah memenangkan lomba karya tulis tingkat internasional.

Kulanjutkan perjalanan mencari buku yang beberapa waktu lalu direkomendasikan oleh Pak Misnal Munir, salah satu dosen penguji skripsiku, di Yusuf Agency dekat Sosial Agency jalan Solo. Tak butuh lama, The Messiah Legacy akhirnya kutemukan dengan harga lumayan murah untuk ukuran buku setebal 400-an halaman. Cuma Rp. 20.000. Kubeli 2 buku lainnya, karena uang disaku masih ada, setelah honor administrator data web dosen UGM diberikan bu Laily sebelumnya.

Pagi ini aku harus siap-siap ke kampus. Jam 9.00 ada acara yudisium untuk menentukan apakah aku bisa wisuda bulan februari besok. Surat sudah diambil kemarin. Ya, mudah2an ada hari yang indah kedepan buat diriku.

Buat Ayah dan Ibu, do’akan daku agar bisa meraih impianku ambil S2 di Inggris. Restumu akan menyertaiku untuk terus belajar dan belajar. Karena Allah akan meninggikan derajat orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan. Greaty, do’akan Gun ya. Semoga Gun bisa kuliah S2 di King’s College Philosophy University of London UK. Amien.

Beberapa hari ke depan, aku kembali mengedit naskah skripsiku. Kemarin sudah ada tawaran dari Mas Adit teman di Filsafat UGM yang kebetulan sekarang kerja di penerbitan. Mudah-mudahan ada jalan yang terbaik sehingga harapan skripsiku terbit jadi buku bisa terwujudkan.

Ya Allah, aku hanyalah hamba yang tunduk pada takdirMu. Namun aku berharap, semoga nasib baiklah yang akan menyambutku di hari esok. Hanya kepadaMu aku meminta dan hanya kepadaMu aku berserah. Kabulkanlah mimpi dan cita-citaku Ya Allah… Amien…

Iklan

4 thoughts on “Menuju Yudisium

  1. apa yudisiumnya sukses?
    sekarang sedang proses melamar beasiswa di Inggris ya?
    apa S2 disana syaratnya S1 harus cumlaude?
    waaah saya juga berniat ingin ke sana… doakan ya?

  2. @cacing: amien.. harus dikejar wan.. kalau berusaha insya Allah bisa didapat..:)

    @wigati: amien.. makasi ya mbak.. ya, tetap semangat..:)

    @elka: alhamdulillah yudisium saya sukses mbak.. belum, sekarang masih mau belajar bahasa inggris lagi.. kalau keluar toelfnya harus 550..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s