Aku tak tahu, sampai kapan sanggup mempertahankan rasa ini. Rasa cinta dan rindu kepadamu. Rasa yang masih tetap bersemi di hati ini. Rasa yang terus kusemai meski jarak dan waktu telah membuyarkan semua. Hanya ada sebuah harap, engkau masih mengingat aku.

Entah karena kecewa atau karena apa, satu hal yang tak dapat kupungkiri, sulit bagiku untuk melupakanmu. Sulit bagiku untuk hilangkan dirimu dari memori hatiku. Sulit bagiku untuk tak melafadzkan nama dalam setiap hari-hari sepi yang kulalui.

Meski kutahu hanya hampa yang kudapatkan, tapi rela ku untuk mempertahankan semua perasaan yang pernah ada, persis saat masa SMA dulu. Bukan tak sanggup aku mencari penganti, tapi memang tiada yang mampu hadirkan cinta sebagaimana cinta yang engkau hadirkan dalam diriku.

Beberapa malam ini, wajahmu terbayang ketika aku beranjak tidur. Meski sudah sekian tahun tiada kita berjumpa. Hanya bisa kupandangi fotomu dari facebook yang menjadi obat kala aku rindu padamu.

Greaty, mungkin tiada pernah engkau memikirkanku. Tiada rasa apapun di hatimu terhadapku. Tiada setitik harapan yang engkau berikan atas impian yang telah kupendam sekian lama ini. Namun, tiada aku pernah kecewa. Tiada aku sakit hati. Terus saja aku berharap engkau mau sekedar menyapa “hai” saja lewat facebook yang tiada engkau approve sampai hari ini. Tiada aku benci, tiada aku marah. Karena memang aku mencintaimu.

Tapi, entah sampai kapan aku bisa dengan keadaan ini. Hanya menggembirakan hati lewat khayalan. Hanya membujuk hati lewat syair-syair indah kala mengingat dirimu. Entah sampai kapan aku kuat? Menjalani hidup lewat bayang-bayangmu.

Aku tak ingin menyakiti siapapun. Termasuk tak ingin menyakitimu. Kalau memang tak ada cintamu untukku, aku ikhlas menerimanya. Aku tidak akan memaksa. Karena tiada cinta yang bersemi atas dasar keterpaksaan.

Aku akan terus menjalani hari-hari sepiku. Karena ku tahu, sangat sulit bagi seorang wanita menerima seorang pria gila sepertiku. Tidak hanya dirimu, juga perempuan lain yang ada di luar sana.

Aku tahu inilah takdirku. Takdir seorang pria buangan yang hidup dalam angan-angan. Dia hanya tersenyum ketika ada yang merasa kasihan dengan dirinya. Cukuplah ketika ada yang bersimpati, ia sanggup untuk melanjutkan hidup tanpa harus memilih jalan bunuh diri.

***********************************

Greaty, di tengah kegelisahanku ini, kudapatkan kabar dari Wakil Dekan Fakultas siang tadi. Lewat rapat pimpinan fakultas beserta dosen, aku dipilih untuk menjadi perwakilan fakultas filsafat untuk menerima ijazah dari rektor. Mungkin karena IPK-ku di atas teman-teman yang lain. Oleh teman-teman satu angkatan wisuda, aku diminta untuk memberikan kata sambutan. Prosesi yang masih beberapa minggu lagi. Insya Allah 18 Februari 2010 esok.

Entahlah, aku tetap bersyukur dengan anugerah yang masih diberikan oleh Allah kepadaku. Namun ada gelisah yang mengelayuti diriku. Entah sampai kapan kisah kasih tak sampai ini akan berakhir???

***********************************

Mendung kembali hiasi langit Jogja. Sore yang indah jika hujan bersedia lagi turun. Greaty, sekali ingin kukatakan, AKU CINTA PADAMU…