Kini ku kesepian… Menantikan kasihmu ku rindu… Namun hanya impian… Bayanganmu belum ku tunggu (Camelia Feat Innuendo)

Inilah sepotong syair lagu “Akhirnya” yang dilagukan biduan Malaysia Camelia feat Innuendo. Aku tak bisa mengingkari perasaanku, bahwa syair dan alunan musik bernada melayu mendapat tempat istimewa di hatiku.

Lewat, tulisan ini aku ingin menyapa sahabat yang telah menemaniku selama mengerjakan skripsi. Ade, begitu kupanggil dia. Sahabat maya yang berkenalan secara tak sengaja. Ade adalah mahasiswi S2 Universitas Indonesia. S1-nya diselesaikan di Universitas of Vienna Austria. Kami punya beberapa kemiripan: suka menulis di blog, sama-sama belajar untuk mencintai Tuhan, sama-sama suka musik, dan sama-sama pernah mengalami sakit karena cinta.

Ade, sahabat yang selalu memberikan semangat kepadaku selama pengerjaan skripsi, terakhir kali kuketahui masuk UGD. Aku tak tahu apa sebenarnya sakit Ade. Namun, setiap kusapa ia lewat yahoo messenger  beberapa kali dia mengatakan, “Mas, darah keluar lagi dari hidung Ade”. Saat mengatakan kalimat itu, aku masih merasakan kekuatan dan senyumnya. Dia memang sosok gadis yang kuat dan tak mau putus asa atas penderitaan yang menimpanya.

Beberapa minggu ini, aku tak lagi bersua dengan Ade lewat yahoo messenger. Padahal kami sering bergurau dan saling berbagi cerita, meski hanya lewat kata. Tapi setiap chat dengan Ade, ada saja semangat dan inspirasi baru yang kudapatkan. Aku rindu sama Ade. Aku rindu dengan guyonannya yang renyah. Aku rindu dengan kata-kata mutiaranya yang menembus relung qolbu.

Aku ingin bilang sama Ade, “De, Mas sudah selesai ujian skripsi. Ade tahu, Mas dapat nilai apa? A De. Semua dosen penguji memberikan nilai sempurna A atas skripsi yang Mas buat”. Arggg… Aku  rindu padamu, Ade. Sahabat maya yang telah mengisi hari-hariku akhir-akhir ini…

*************

Alunan suara indah Camelia masing mengalir lewat headphone komputerku. Anganku jauh terbang. Ada satu gejolak yang tak mampu ku tahan, aku rindu kampung halaman. Menikmati kembali belaian bayu dan ramahnya alam ranah Minang. Menikmati deburan ombak di pantai Padang sambil memandangi lautan luas dan beberapa pulau yang tampak hijau dari kejauhan. Aku rindu menatap kemegahan Gunung Talang beserta sawah-sawah yang menyejukkan mata.

Sudah lebih 3 tahun aku tak pulang. Sekarang, janji untuk kembali sebagai sarjana Universitas Gadjah Mada telah kupenuhi. Aku berhasil menyelamatkan diri, dari kegagalan di rantau orang. Meski harus menghabiskan waktu 7,5 tahun, akhirnya aku bisa menuntaskan cita-cita yang telah terpatri di atas Bis Laju Prima yang mengantarkanku meninggalkan ranah Minang untuk kali pertama. Melewati studi di Universitas terbaik di Indonesia dengan Indeks Prestasi Kumulatif 3,6. Perolehan yang teramat luar biasa untuk anak kampung sepertiku yang hanya menjadi siswa biasa saat SMA.

*****************

Mentari semakin cerah menyinari bumi selepas Jum’atan ini. Aku masih terpaku di kamar sepi ini. Hanya angan yang melayang jauh. Sementara badan tetap di sini. Jauh dari ranah Minang, Yogyakarta. Aku tak dapat melanjutkan kata-kata lagi. Karena wajahnya, sang cinta pertama hadir lagi. Wajah yang bisa membuatku menangis. Bidadari yang bisa menjadikan aku melakukan hal-hal luar biasa. Tapi hari ini aku tak pantas untuk mengingatnya. Dia tetap bidadari yang teramat tinggi buat pria pemimpi seperti diriku.

Salamku untukmu Greaty Souvanir. Meskipun tiada bisa kusapa dirimu, namun izinkanlah aku mengucapkan salam lewat angin. Terima kasih atas semuanya Greaty… Hiks… :-(

*****************

Lewat goresan ini, aku ingin mengucapkan terima kepada Bu Septiana Dwiputri Maharani, S.S., M.Hum, dosen pembimbingku yang baik dan cantik. Tetap menebarkan senyum tiap kali bertemu. Selalu menanyakan progress skripsiku. Selalu ada waktu melayani kala aku butuh untuk konsultasi. Terima kasih banyak Buk. Sungguh aku tak bisa membalas kebaikan ibuk.

Terima kasih kepada Pak Agus Himawan Utomo, S.S., M.Ag, dosen pembimbing ahli skripsiku yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukkan beliau untuk memberikan perspektif-perspektif baru sehingga semakin jelas kemana tulisan akan ku tuju. Lewat keluasan ilmu dan kecerdasan yang Bapak miliki, alhamdulillah aku bisa memoles skripsi sederhana hingga timbul rasa percaya diri untuk menjadikan skripsi ini menjadi buku.

Terima kasih kepada Pak Drs. Misnal Munir, M.Hum yang telah menguji skripsiku dan merekomendasikan buku bagus untuk penyempurnaan skripsiku. Buat pak Drs. Dwi Siswanto, M.Hum yang memperkenankan aku untuk melakukan revisi, sehingga bisa lagi membuka buku dan mendapatkan informasi baru.

*****************

Kini, tinggal menunggu tanggal 18 Februari 2010. Momen bersejarah dalam hidupku. Wisuda di gedung termegah di UGM, Grha Sabha Pramana. Mudah2an hari itu akan indah dan terkenang selama-lamanya. Amien…