Great, entah kenapa pagi menjelang bangun tadi aku mimpi buruk. Bersua lagi dengan seorang gadis yang membuatku muntah setiap kali mengingatnya. Seorang exibionis  dengan emosi aneh seperti nenek sihir ketika keinginannya tak bisa tergapai.

Aku sempat terjerat dengan bujuk manis kata-katanya. Hanya karena yang mengenalkanku dengan dia, seorang adik kelas yang ku anggap baik. Tapi, yang dikenalkannya kepadaku tak lebih seseorang posesif dengan hasrat abnormal.

Aku tak pernah menyesal pernah dekat dengan beberapa gadis. Apalagi menyesal mencintamu Great. Tiada pernah sekalipun timbul benci kepada dirimu. Meskipun pernah seorang yang merasa sok tahu dengan cinta mengatakan cintaku kepada dirimu Great sebagai cinta virtual, tapi satu hal tetap kuyakini sampai detik ini sama seperti 10 tahun lalu, mencintaimu adalah salah satu anugerah terindah dalam hidupku.

Namun, dengan wanita satu ini, ketika membayangkan wajahnya saja aku begitu muak. Aku ingin ia pergi dari alam bawah sadarku. Jauh pergi dari kehidupanku.

Great, meskipun pada akhirnya aku tidak bisa menikah karena terus mencintaimu, aku rela. Karena engkau menghargai perasaanku.

Tahukah dirimu Great, telah aku terus berjuang untuk mencari penganti dirimu. Tapi tiap kali aku mencoba, tiap itu pula aku gagal. Sampai-sampai aku mengemis, menegadahkan tangan untuk meraih cinta mereka.

Apa yang kemudian kudapatkan Great, hanya tatapan sinis dengan sindiran, “lihat tuh, pemuda gila lagi mencari mangsa”. Para wanita itu begitu sombong dengan status mereka. Merasa hina untuk sekedar menyapa.

Dan apa yang terjadi dengan mereka saat ini Great? Mereka merasa menyesal karena pernah mengacuhkan aku. Hati ini sudah terlanjur benci untuk menerima mereka kembali. Karena berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun kukuatkan diri untuk mendekati mereka, tiada aku diacuhkan, kecuali dianggap sebagai orang gila.

Aku tak marah kepada Tuhan atas kenyataan ini. Aku menerima apa adanya diriku. Hari ini, aku merasa tak butuh cinta romantis lagi. Cukuplah cinta ibuku, guru-guru yang menyayangiku, dan para sahabat wanita yang pernah kukenal menjadi spirit untukku melanjutkan hidup.

Aku tidak membenci wanita. Tapi hari ini aku belajar untuk tidak mencintai wanita. Beranjak menjadi pemuda mandiri bahwa aku bisa melakukan apa saja tanpa mengemis-ngemis mengharapkan cinta dari seorang wanita.

Aku ingin bebas. Aku ingin menjadi pria dewasa yang mengantungkan takdirku pada Tuhan dan usahaku sendiri. Bukan pemuda yang lemah, karena rayuan dan virus aneh bernama cinta.

Ingin tetap ingin menghargai wanita. Tak ingin aku beralih pada keyakinan bahwa wanita tak lebih dari pemuas nafsu seks belaka. Karena aku yakin banyak wanita-wanita yang baik yang bertebaran di muka bumi ini.

Tapi untuk orang yang satu ini, izinkanlah ia lenyap dalam hidupku.   Karena ia bagaikan nenek sihir, yang terus mengusik ketenanganku. Enyah kau dari hidupku……