Aku tak tahu, kenapa sejak kemarin suka sama lagu “Pelan-Pelan Saja” yang dibawakan oleh Band Kotak. Rasanya mengena sense of music-ku. Irama rock, naikkan adrenalin. Tiada lagi bikin hati jadi semakin renyuh. Namun, sebuah semangat bahwa hal-hal yang pahit sekalipun bisa diterima dengan senyuman kalau kita punya perspektif lain dalam melihat penderitaan atau kepedihan.

Tadi pagi, kembali kusabangi kampus. Ada ujian Sejarah Filsafat Barat Modern. Mata kuliah satu-satumya yang masih bernilai C. Ujian lisan dari makalah yang telah dikumpul 3 hari lalu. Mendapat giliran ke 3, ku jawab pertanyaan pak Misnal Munir sebisaku. Cuma 5 menit. Alhamdulillah, nilai yang diberikan A.

Greaty, ingin kusapa namamu lagi dalam blog ini. Great, hari Rabu esok, aku akan menghadapi ujian pendadaran. Stage akhir demi meraih gelar sarjana dari UGM. Senang bercampur deg-deg, karena semuanya akan ditentukan oleh ujian besok. Dari kejauhan, kupinta sebuah do’a darimu Great.

Greaty, aku merasa gembira. Meskipun banyak melalui godaan demi godaan untuk menyandarkan hati pada gadis lain, akhirnya di detik-detik kelulusan, aku masih bisa menjaga diri tetap menjadi pria single. Sama seperti selepas SMA dulu. Aku bahagia, karena engkaulah tetap bertahta di hatiku. Menjadi gadis terbaik yang pernah singgah di hatiku. Aku gembira, karena bisa membuktikan bahwa cintaku padamu bukanlah cinta biasa.

Rasa yang kurangkai lewat tangis. Kata hati yang mesti diperjuangan lewat kepedihan. Aku merasa menang, aku bisa menjaga, CUMA KAMU DI HATIKU. Meskipun aku tahu semua yang kuimpikan tak bisa jadi kenyataan, tapi mencintaimu teramat berarti bagiku.

Greaty, aku semakin intens memandangi foto-foto SMA-mu. Kaulah bidadari SMA-ku. Yang mampu membuatku menangis, dan tak tidur semalam. Yang mampu mengantarku menjadi mahasiswa UGM. Senyummu akan kekal abadi dalam memoriku. Sampai kapanpun, ENGKAULAH PUJAAN HATIKU…