Beberapa hari yang lalu aku jatuh cinta. Terpesona oleh aura seorang gadis yang kupanggil dia dengan “DINDA”. Gadis baik yang pertama kali kukenal dalam sebuah acara pengkaderan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Sampai hari ini aku masih percaya “Cinta Pandangan Pertama”. Saat pertama kali memandangnya, “rasa istimewa” itu hadir. Menghiasi hati, meskipun sampai saat ini baru belum pernah lagi bertemu dengannya.

Sungguh aku teramat bersua dengannya. Kegelisahanku akhir-akhir ini hanya bisa kuobati dengan membuka facebookmu. Memandang senyumnya yang alami, pancarkan cahaya tenangkan jiwa.

Baru tadi kuingat bahwa kak Siti Nurhaliza pernah membawakan sebuah Lagu “Kau Mawarku” berduet dengan 2 By 2. Berikut kukutipkan syairnya:

Juwita kalbu
Gadis yang ku rindu
Kau remaja menawan hatiku
Merayu jiwaku

Kau teruna
Rangkai nyawa
Lampu hati beta
Mestikah pergi jauh kembara
Ku terbayang jua

Bila engkau hilang di mata
Tidur nyenyak ku tak bisa
Ku terkenang wajahmu dinda
Hancur kerna
Kau Juwita/Teruna

Mawar putih
Suci murni
Pujaan jauhari
Senyumanmu yang menawan hati
Gadisku pertiwi

Kemarin, kusampaikan padanya bahwa aku akan menghapus blog ini. Karena terlalu banyak memori kepedihan yang kutulis. Aku tak ingin terjerat oleh masa laluku yang terpampang vulgar dari rangkaian-rangkaian postingan di diari hati. Aku ingin seutuhnya memberikan cintaku padanya. Memang tak bisa kupungkiri, aku pernah mencintai gadis lain sebelum bersua dirinya. Namun, akupun telah berjanji pada diriku, bahwa aku akan sepenuhnya mencintai dirinya lepas dari jejak masa laluku.

Ingin kuganti blog ini dengan blog yang baru. Sebuah nama telah kudapatkan, http://iloveitas.wordpress.com. Mungkin http://iloveitas.com apabila aku sudah punya finansial untuk membeli hosting dan brandname.

Saat kutanyakan padanya perihal rencana ini, ia berkeberatan. “Jangan, da…plis…jgn dihapus blog yg dlu..aq suka da….kl uda hpus,, q ga mau knl uda lg..”. Aku hanya bisa termanggu membaca jawabannya. Timbul bisikan, untuk berkeras menjalankan rencana ini. Namun, hati kecilku berkata, “Penuhilah apa yang diucapkan oleh orang yang engkau cintai Gun”. Aku tak boleh mengabaikan kata-katanya. Karena apapun yang ia katakan mesti aku hormati. Begitulah cinta yang suci mengajarkan untuk mendengarkan untuk kata-kata sang Kekasih.

Dinda, meskipun engkau menyebut dirimu “Mawar Berduri”, telah sedia aku terluka. Karena begitulah keadaan sesuatu yang berharga. Tak mudah untuk meraih dan mendapatkannya. Harus ada pengorbanan, mesti melalui perjuangan.

Tekad dan niat tulus telah kuikrarkan. Sungguh, aku akan sedia menanti kepastian darimu DINDA. Telah kusiapkan bekal tabah dan kesabaran. Karena ini adalah perjalanan terjang dan sulit. Namun, aku akan terus berjalan melaluinya sampai titik pemberhentian.

engkaulah embun nan sejukkan hati..
engkaulah cahaya nan terangi hari..meskipun engkau “mawar berduri”
rela ku terluka ntuk mendapati…dinda, engkau gadis yang kunanti…