Salah satu momen terindah dalam hidupku adalah bertemu dengan Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. Ustadz muda lulusan Universitas Islam Madinah Saudi Arabia. Telah satu bulan aku tak bertemu beliau. Tadi pagi, dalam kesempatan kajian di Masjid Kampus UGM aku kembali menatap wajah teduh Ustadz. Sempat juga pertanyaanku dijawab terkait hubungan kejahatan seksual dan pakaian minim.

Siang tadi, saat menyaksikan pertandingan tinju yang seru antara Many Pacman Pacquiao melawan Miguel Cotto, ku kirimkan sms terima kasih kepada Ustadz Ridwan. Dengan bahasa gembira, beliau menyampaikan syukur atas “dakwah” yang kulakukan di dunia maya. Ah, betapa bahagianya dipuji oleh Ustadz yang amat kucintai itu.

Selain menyaksikan pertandingan sepakbola, menonton tinju internasional adalah kegemaranku. Menyaksikan strategi dan kencangnya pukulan membuat naluri lelakiku bangkit. Tadi benar-benar seru menyaksikan Pacquiao menghujam pukulan ke muka Cotto. Kecepatan dan kerasnya pukulan yang luar biasa.

Malam ini, hujan kembali turun basahi bumi Jogja. Tak seperti biasanya, ketika menikmati derasnya hujan aku termanggu mengingat masa lalu. Kali ini teringat masa depan. Berusaha menghapus jejak kelam yang telah mematikan separuh jiwaku. Ingin kuukir hari esok nan  indah dengan senyum dan harapan

Ditemani alunan lagu “Memori Cinta” yang dibawakan biduanita Malaysia Yelse, ku tunggu isyarat darimu adinda. Melepas luka masa lalu. Tak lagi merana akibat luka dahulu. Mudah-mudahan engkau mendengar suara hati ini. Hati yang harap bersatu denganmu. Dalam ikatan suci meraih kasih sayang Ilahi…

Dinda, aku kan sabar menunggu. Meski harap-harap cemas, tapi aku berusaha menguasai diriku. Apapun yang engkau putuskan dinda, akan ku terima tanpa air mata. Karena ku yakin apa yang terjadi, itulah kuasa Tuhan terhadap nasibku…