Aku tak tahu persis sejak kapan mulai membaca Kompas Online. Sebuah kebiasaan “buruk”, jika ingat masa dulu, saat sentimen terhadap koran Kompas  sebagai “Media Kristen” menguasai alam pikiranku. Sebuah ungkapan paranoid dari orang-orang yang ingin menyelamatkan agama dari apa yang mereka sebut sebagai perang pemberitaan.

Suatu ketika aku disms oleh Ustadz Ridwan Hamidi, Lc. Ustadz hebat lulusan Universitas Madinah Saudi Arabia. Beliau memberitahukan kepadaku tentang sebuah tulisan bagus di Kompas. Pengalaman inilah yang membuatku semakin percaya bahwa kita harus dewasa tidak termakan oleh stigma. Ideologi sebuah media merupakan hal yang biasa. Tapi mengucilkan diri karena takut dipengaruhi oleh media yang dikelola oleh orang-orang yang berlainan agama dengan kita adalah sebuah ketakutan tak berdasar yang hanya mematikan kesempatan untuk lebih membuka mata lebih lebar dalam memandang dunia.

Salah satu rubrik yang paling ku suka dari Kompas Online adalah Kompasiana. Fitur berkonsep blog yang disediakan untuk siapa saja dengan menuliskan hal apa saja. Ini dapat kita lihat dengan banyaknya pilihan kategori yang diberikan sehingga setiap orang bisa leluasa untuk bercerita.

Aku bergabung dengan Kompasiana pada tanggal 20 Oktober 2009 yang lalu. Dengan tulisan perdana, “JK Tauladan Kaum Muda”, tercatat 662 klik, sungguh sebuah suprise buat penulis pemula sepertiku. Awal yang bagus, hingga aku berusaha untuk berkontribusi memposting tulisan-tulisan sekuat kemampuan.

Sampai hari ini telah 26 postingan yang kubuat di Kompasiana. Ya, masih kalah produktif dengan Mbak Mariska Lubis yang menjadi penulis populer di sana. Tak apalah, masih butuh waktu kan untuk bersanding dengan Mbak Mariska yang notabene lulusan Master dua negara, Australia plus Amerika Serikat.

Satu hal yang membuatku bangga adalah tulisan-tulisanku diapresiasi dengan dijadikan sebagai headline pada beberapa kesempatan. Sebuah penghargaan luar biasa buat mahasiswa biasa seperti diriku.

Berikut akan ku tampilkan 6 tulisanku yang pernah tampil sebagai headline Kompasiana:

1

2

3

5

6

7

Ya, berharap lewat pencapaian awal ini, aku bis terus menulis dan menulis. Demi sebuah cita, suatu hari nanti aku bisa menerbitkan sebuah buku dan menjadi seorang penulis terkenal. Masih panjang jalan untuk itu, tapi kan kucuba untuk menitinya. Mohon do’akan aku ya teman-teman…:)