Menuju Destinasi


Terbangun jam setengah tiga-an. Suara dari ruang TV membuatku tergerak untuk membukakan mata. Ada big macth yang mempertemukan klub favoritku AC Milan berhadapan dengan Real Madrid.

Setelah shubuh, akupun tak mampu menahan kantuk. Baringkan badan sambil menyetel alarm hp, biar tak kebablasan. Karena jam 09.30 ada seminar proposal skripsi. Terjaga jam 7.15 langsung kuambil bahan presentasi. Ku baca lagi biar tak grogi menghadapi pertanyaan-pertanyaan audiens.

Menjelang pukul sembilan aku dah stand by di kampus. Mencari teman-teman untuk menghadiri seminarku. Ya paling dapat 5 orang sebagai syarat minimal agar seremoni ini bisa terlaksana. Kusabangi bu Septiana dosen pembimbingku di ruangan. Ternyata bu Septi dah siap, bahkan telah jua menelpon pak Agus Himawan yang menjadi dosen ahli skripsiku.

Hanya beberapa teman yang kutemui. Kebanyakan masih di ruang kuliah. Tepat pukul 09.30, sidang proposalpun dimulai. Bu Septi masih sendirian, karena pak Agus masih dalam perjalanan. Setelah membaca sedikit prolog, giliranku untuk mempresentasikan proposal.

Kuucapkan salam menyapa seluruh audiens. Kemudian baru kubuka slide demi slide yang telah kupersiapkan dari tadi malam dengan logat bahasa Indonesia dialek Padang. Untung aja tak ada yang komplain dengan gaya bicaraku yang agak aneh. Semua dapat dimengerti, meskipun beberapa audiens mengeryitkan dahi.

Setengah jalan pemaparan, pak Agus datang. Ku lihat ruangan sudah penuh dengan teman-teman. Aku tak menyangka apresiasi teman-teman begitu luar biasa. Padahal diriku hanyalah mahasiswa tua yang kesepian di kampus. Aku kehilangan teman-teman satu angkatan. Tapi, 30-an mahasiswa-mahasiswi menghadiri seminar proposalku. Padahal, biasanya peserta seminar hanya 5 sampai 10 orang. Aku terharu. Masih banyak yang simpati dengan diriku. Meskipun dari mereka hanya setengahnya yang ku kenal.

Aku sangat berterima kasih diberodong oleh pertanyaan demi pertanyaan berbobot dari mahasiswa-mahasiswa pintar. Dari Nadira anak Betawi yang aktif di Jama’ah Shalahuddin UGM, Mas Najib, mahasiswa brilian yang barusan pulang dari Jerman setelah memenangkan lomba karya ilmiah internasional, Mas Baiquni, aktivis media kampus Balairung yang punya potensi sebagai redaksi yang ulung, dan Mas Yogi, mahasiswa tampan yang menarik hati banyak cewek di kampusku.

Beberapa teman-teman yang datang tak jadi bertanya karena waktu yang terbatas. Padahal masukan demi masukan sangat aku butuhkan agar tak begitu berat saat menjalani proses penulisan.

Ide brilian dari pak Agus telah membuatkan skema skripsi mendapatkan ruhnya. Tak salah aku memilih beliau sebagai pembimbing ahli. Perhatian dan sapaan lembut bu Septi menghadirkan semangat baru untuk menjalani ujian berat ini.

Terima buat semuanya… Sungguh kebaikan teman-teman akan kuingat selamanya. Kini aku melangkah menuju destinasi… Grha Sabha Pramana, tunggu kehadiranku…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s