Apa yang ditakutkan oleh Presiden yang naik tahta karena tebaran pesona??? Bukan suara kritis dari para anggota dewan yang terhormat. Tapi pudarnya citra di tengah-tengah publik. Itulah agaknya yang menjadi kekhawatiran Presiden dipilih oleh 60-an % lebih oleh rakyat Indonesia pada pemilu 2009 yang lalu. Tak salah Kapolri beserta Kejaksaan Agung perlu membuat klarifikasi secantik mungkin untuk menyelamatkan muka presiden yang sudah kelihatan buramnya.

Orang-orang hebat terpaksa memasang badan demi menangguhkan penahanan Wakil Ketua KPK non aktif Bibit Samad dan Chandra Hamzah. Artinya, 2 orang yang dijadikan tersangka oleh Polri ini adalah orang baik. Karena tak mungkin tokoh-tokoh yang punya track record baik mau menjaminkan diri kalau tak percaya dengan integritas Bibit dan Chandra.

Jika dulu pada masa baheula, Raja dipuji-puji dengan mendatangkan para penyair, maka saat ini telah ada pula jubir-jubir handal untuk menyelamatkan sang penguasa. Mereka juga orang-orang hebat. Sayang mulutnya sudah distir mulutn demi menjaga wibawa Sang Raja. Retorika yang disampaikan cukup melenakan. Tapi tak pernah meninabobokkan orang-orang jujur lagi punya semangat untuk memperjuangkan bangsa.

Sekarang sang Raja mulai kehilangan pesona. Mata orang sudah banyak yang terbuka. Tak lagi ampuh alunan kata lembut lagi menghiba. Karena sandiwara lambat laun akan kelihatan juga alurnya. Sekarang sang Raja sedang gelisah. Karena yang melawannya adalah orang-orang hebat lagi punya integritas. Orang yang berbicara dengan hati nurani dan kecintaan terhadap masa depan negeri.

Sang Raja semakin tak enak tidur. Karena kasus Century telah pula diuber-uber oleh media. Kemana hendak lari menyelamatkan muka? Sudahlah, topengmu sudah terbuka duhai Raja yang sok bijaksana. Tak cukup lagi pesonamu untuk mendustai kami semua. So, apa lagi yang engkau tunggu. Lebih baik berterus terang saja. Daripada rakyat semakin muak padamu…