Melewatkan Jum’atan di Masjid Kampus UGM dengan suasana hati tak menentu. Entah apa sakit yang menderaku. Begitu sulit ntuk bernafas. Tak ada keinginan untuk melakukan apapun. Kecuali kembali mendengar suaranya nan lembut.

Arggggggggghhh… Ya Tuhan, mengapa perih yang kurasakan saat ini persis saat aku diacuhkan oleh Greaty… Aku sudah tak mengerti dengan jeritan hati ini, Tuhan. Terlalu sulit mengendalikan semua. Apakah Engkau memberikan aku cinta lagi???

Jika hanya berujung tangis dan pedih, ku mohon buang saja semua. Aku sudah tak sanggup lagi menahan sakit terluka karena cinta. Aku sudah tak sanggup Tuhan…

Airmataku sudah terlalu banyak tertumpah. Masa hidupku terlalu banyak tercurah. Demi pengorbanan yang kusangka sebagai kesejatian cinta.  Matikan saja hati ini Tuhan, jika Engkau tak akan memberikan sebuah mataair cinta. Toh, tanpa kekasih orang masih bisa hidup meski harus menahan hampa.

Tapi jika ini adalah anugerah karena DiriMu masih sayang pada hamba nan hina ini, ku mohon Tuhan, jangan jadikan ini hanya sebagai sandiwara. Kisah romantis yang akhirnya berujung perih.