Usai sudah ujian mid semester. 2 mata kuliah yang kuambil selain skripsi. Dengan sebuah harap, bisa menaikkan IPK pada saat wisuda nanti. Proposal skripsi sudah kumasukkan. Insya Allah Rabu depan sudah bisa diseminarkan. Bu Septiana dan Pak Agus Himawan dua pembimbing skripsiku sudah bersedia untuk hadir.

Sejak didera migrain beberapa minggu yang lalu, sampai sekarang aku merasakan kelainan di kepalaku. Pandangan berputar-putar yang membuat perut mual tak karuan. Aku tak tahu penyakit apa ini. Tak kuat di depan komputer seperti sebelumnya. Tapi karena kuatnya hasrat untuk menulislah yang membuatku menahan sakit aneh ini.

Beberapa hari yang lalu batas kesabaranku telah diambang batas. Agaknya terus merusak diri jika harus merajuk kepada Greaty. Sudah saatnya aku putuskan untuk melepaskan perasaan ini. Karena tak ada lagi harapan yang diberi.

Aku akan meneruskan perjalanan hidupku. Entah apapun yang terjadi. Akan kucuba mengalihkan pandangan ke lain hati. Bukan tak setia pada janji. Tapi apalah artinya mengharap sesuatu yang tak pasti.

Aku mengimpikan cinta karena Ilahi. Sebagaimana yang disampaikan oleh guruku Ustadz Ridwan Hamidi, Lc bahwa:

“cinta karena Allah adalah cinta karena dia orang yang agamanya baik. Cinta karena dia bisa diajak bersama-sama taat kepada Allah. Cinta karena kesiapannya tunduk pada agama ini, kalau diingatkan kekurangannya.”

Akupun tak yakin apakah aku berhak mendapatkan gadis baik seperti itu. Di tengah kemelut diri yang banyak melalaikan perintah-perintah Ilahi. Ah…. Entah apa yang terjadi dengan diriku…

Iklan