Surat Misterius


Menuliskan kalimat demi kalimat di senja ini, dengan menahan migrain yang mendera kepalaku. Ditemani alunan “Bila Rasaku Ini Rasamu” dari Kerispatih. Pusing memikirkan ujian esok hari, sementara belum satu lembar bahanpun yang kubaca.

Kemarin malam aku benar-benar menjadi orang asing di asrama putri saat rapat LPJ penerimaan warga baru asrama mahasiswa Sumatera Barat – Jogjakarta. Terasa renggang, padahal semua dari mereka ku kenal. Baru jam setengah satu sampai di asrama. Mata tak mau pula dipejamkan. Baru mendekati jam 3 aku terlelap di kamar.

Kembali melewati sholat shubuh berjama’ah. Karena baru jam setengah enam aku bangun. Setelah itu ku kembali tidur. Hingga sekitar jam 10 baru terjaga. Buru-buru mandi, karena ada workshop pemikiran Islam di Auditorium Peternakan UGM.

Sudah cukup telat aku sampai di tempat perhelatan. Ketinggalan ceramah berkualitas dari Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi. Tapi masih sempat ngobrol dengan Ustadz Faturrahman Kamal, Lc. M.Ag saat bersua di kamar mandi. Menanyakan kelanjutan skripsiku yang sempat ku diskusikan dengan beliau sebelum ramadhan yang lalu.

Tak tahan aku menahan migrain yang tak jua hilang. Sebenarnya memahami materi filsafat yang disampaikan pembicara dari Program Pengkaderan Ulama ISID Gontor tak terlalu sulit. Terminologi yang dipakai sudah sangat familiar bagi mahasiswa filsafat. Tapi, sakit tak mampu ku tahan. Hingga kuputuskan untuk pulang ke asrama.

Ku sempatkan membuka internet. Siapa tahu ada kabar ataupun berita terbaru. Sekaligus mengecek facebookku yang kemarin “dimatikan” oleh administrator. Kumasukkan kata sandi. Alhamdulillah berhasil. Ku buka blog, ternyata ada sebuah komen yang berbunyi:

“hei gun.semakin hari kamu semakin gila y.kemampuan yang dilebihkan Allah kepada mu kau gunakan untuk menyakiti hati orang-orang yang tak berdosa.kau begitu sombong…begitu angkuh, merasa hanya dirimu yang paling benar didunia ini. Bukan gadis2itu yang salah, juga bukan teman yang bisa meraih prestasi lebih darimu.tapi itu karena DIRIMU SENDIRI.”

Sebuah goresan yang ditulis oleh seseorang yang menamakan dirinya GREATY. Ketika kucek ip addressnya, tertera kota Batam Kepri. Timbul tanda tanya, apakah benar ini surat dari GREATY?  Sosok yang mendominasi tulisan-tulisanku di blog ini.

Sungguh aku tertohok oleh kalimat demi kalimat itu. Tak pernah rasanya aku menjadi sombong. Karena tak ada prestasi dan hal yang membanggakan telah diraih. Malah tertekan oleh impian-impian melangit yang membuat diriku semakin gila. Tak pernah aku merasa benar sendiri. Berlagak hebat. Malah setiap hari aku mengumpat kebodohan demi kebodohan yang kulakukan. Aku sesungguhnya sadar, apa yang terjadi pada diri ini salah DIRIKU SENDIRI.

Mengapa orang yang memberi komen menohok ini, terlalu mudah untuk menyimpulkan keadaan diriku. Bersembunyi dalam sosok kemisteriusan. Aku berharap ia menunjukkan siapa dirinya. Berani menampakkan sosok dirinya. Karena tak elegan melemparkan batu kemudian sembunyikan tangan…

Sungguh, ia tak tahu betapa sakitnya memendam perasaan. Tidak paham perihnya menjadi sosok terpinggirkan. Tak merasakan sakit nan mendalam… Aku hanya bisa berujar, “Bila rasaku ini rasamu.. Sanggupkah engkau menderita karena cinta yang kau jaga???…….:( “

Spesial buat dirimu Great, yang sedang merayakan ulang tahun di hari ini, kuucapkan selamat panjang umur… Mudah2an hari-harimu indah… Akan selalu ada do’a dariku untukmu duhai yang berkesan di hati…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s