Ku berdiri di depan cermin. Tampak kerutan-kerutan kecil. Bekas-bekas jerawat masa remaja mulai menghilang. Kumis dan jenggot lebat merata setelah beberapa minggu tidak kucukur. Ku perhatikan rambutku nan ikal. Hitam lagi kecoklat-coklatan. Ku cuba tersenyum seraya berkata pada diri sendiri, “Wahai Gun, kenapa pria seganteng dirimu belum juga didekati wanita?”.

Hah.. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Tubuhku yang proposional tidak gemuk dan tidak pula kurus (ni dah diuji sama detikhealth) hanya sesekali dilanda sakit. Masih kuat menendang bola, ataupun berlari selama satu jam-an.

Tiada pula pernah perut ini harus menahan sakit karena lapar tak berduit. Bapak masih kuat membiayai kuliah dan kebutuhan sehari-hariku di sini. Satu tahun naik bis ke kampus. Lima tahun mengenjot sepeda pergi ke kampus. Dan satu tahun ini mengendarai sepeda motor. Sungguh besar kasih sayangMu kepadaku.

Tapi, masih juga aku ogah-ogahan melaksanakan kewajiban. Masih malas-malasan mengerjakan ibadah harian. Masih sering mengutuk atas masalah yang Engkau timpakan.

Jauh aku dari syukur kepadaMu. Aku selalu mengeluh sepanjang hari. Merasa Engkau abaikan, karena kekalahan menemukan cinta sejati. Tuhan, maafkan aku yang hingga kini masih mengkufuri karuniaMu…

Iklan