Apalagi yang harus engkau pertahankan Gun??? Kemuliaan dirikah?? Berlagak alimkah?? Berpura-pura pintarkah?? Apa arti semua kamuflase ini? Toh dirimu telah hancur. Sudah mendekati seperempat abad umurmu, tapi tetap saja tak mampu berdiri di atas kaki sendiri. Masih meminta sama Bapak, dikirimi uang belanja bulanan. Sampai-sampai Bapak harus pinjam sana-sini karena harus membiayai 3 anaknya yang kuliah dan 2 adik yang masih sekolah. Seharusnya saat ini engkau sudah membantu Bapak membiayai adik-adikmu karena engkau anak sulung yang punya tanggung jawab besar.

Apa sih hebatnya dirimu Gun?? IPK 3,54 yang engkau raih saat ini bukanlah prestasi apa-apa. Capaian yang baru engkau raih selama 7 tahun kuliah. Tetap saja tak berarti, karena ketika engkau melewati kuliah 5 tahun sama saja engkau mendzolimi orang tuamu sendiri.

Engkau selalu membanggakan jumlah pengunjung blogmu yang mencapai ratusan orang setiap hari. Tapi tulisanmu tak lebih tulisan sampah yang menyengat bagai bangkai, tak menyedapkan suasana. Engkau terlalu gila dengan dirimu sendiri. Apakah pantas engkau membicarakan Greaty – Liza ataupun orang-orang dekatmu secara vulgar hanya karena keegoanmu sendiri??? Apa salah mereka padamu Gun??? Tidak ada kan??? Cuma engkau saja mendramatisir semua menjadi begitu pilu… Padahal ini semua hanya untuk kepuasan atau mungkin sebagai balas sakit hatimu.

Apakah yang bisa engkau banggakan??? Engkau cuma pria jelek lagi bodoh. Mana mungkin orang suka, apalagi memberikan cinta untukmu. Tak ada untungnya, tak prestisenya, dekat denganmu Gun. Malah, kedekatan orang denganmu akan membuat mereka semakin menderita…

Jika engkau ingin hancur, memajangkan aib sendiri, silahkan buka aibmu sendiri… Jangan engkau bawa-bawa orang-orang yang merasa engkau cintai, tapi sesungguhnya mereka tak punya perasaan apa-apa terhadapmu.

Terlalu banyak dosamu Gun. Jika kematian akan memutus rentetan gangguanmu kepada orang-orang baik, lebih baik engkau mati saja… Daripada engkau menjadi parasit, mengibas-ngibas api permusuhan yang membuat kebencian menjadi fenomena…

(Kutuliskan bait demi bait di atas untuk diriku sendiri. Yang telah bergelimang dosa. Manusia nista yang telah menyakiti insan-insan baik secara tak semestinya. Ku mohon maaf atas semua… Jangan hiraukan diriku. Karena tak pantas, orang berhati busuk sepertiku ini dikasihani.. Aku hanya binatang jalang… Nan berjalan lelah… Tak pantas dicintai… Maafkan aku…)