Perih tak terperi… Bagai sembilu mengiris hati…

975657107lGreaty, kala mendung tutupi langit Jogja siang ini, aku benar-benar tak tahu harus memohon seperti apa kepadamu. Berkali-kali kucuba untuk terus meng-add facebookmu. Sebagai penyambung silaturrahmi yang terputus persis setelah pacarmu menelponku beberapa waktu yang lalu. Tak berkalang asa, ku cuba pula mencari no hp mu. Tapi tak jua kudapati.

Siang ini aku tersentak, kala engkau meng-approve seniorku yang dulu pernah di kamar ini 7-5 tahun yang lalu. Bukan aku cemburu dengan seniorku itu, karena buat apa aku cemburu pada pria yang sudah beristri, tapi puluhan kali aku memintamu jadi temanku tiada engkau tanggapi. Seniorku yang tak punya hubungan apa-apa denganmu dengan rela engkau terima, sementara aku yang sampai berlutut mengharapkan setetes embun penghilang rindu kepadamu, mengapa engkau acuhkan Great???

Ingin aku menangis, tapi air mataku tak ada lagi untuk meratapi sakit karena cinta. Bukan karena aku telah berubah membencimu Great. Sekali-kali bukan… Kalau boleh aku berkata jujur, rasa cinta yang engkau hadirkan 10 tahun yang lalu masih bertahan di hati ini. Malahan, aku tak mampu bertahan menjalin hubungan dengan gadis lain, karena tak bisa aku melupakan memori bersamamu.

Saat kita telah menjadi dewasa saat ini, tiada pula aku ingin membawa romantisme masa SMA dahulu. Tidak Great.. Karena aku sadar sepenuhnya engkau punya pilihan hidup sendiri, demikian pula denganku. Tapi sebuah ikatan persahabatan yang ingin kupertahankan bersamamu. Entah dengan siapa dirimu menikah nanti. Tak hendak aku melabuhkan cintaku lagi kepadamu. Karena engkau telah jauh tinggi terbang meninggalkanku. Posisiku tak selevel denganmu yang sudah menjadi sosok nan sukses hari ini.

Great, apakah susah untuk meng-approve permohonan persahabatan dari seorang yang bernama Anggun Gunawan… Pemuda yang telah mati hatinya, hilang harapan untuk mencintai. Tiadalah engkau hiba padaku Great??? Pemuda yang hanya tinggal melalui hari demi hari menuju kematiaannya. Mengubati duka lewat foto-fotomu yang dulu sempat ku miliki…

Ya Tuhan, apakah hamba begitu hina.. Hingga insan yang dulu hamba cintai tak lagi peduli… Ya Tuhan, jika Engkau masih izinkan aku untuk bernafas esok hari, gantilah hati ini dengan hati nan baru… Gantilah Greaty nan pernah bertahta di jiwa dengan sosok gadis sholehah nan hadirkan nuansa  surgawi dalam hidupku ini… Ya Rabb, tiada lagi hamba mampu menahan perih hati… Hanya padaMu diri nan nista ini meminta, karena tiada lagi tempat mengadu selain padaMu Ya Allah…