Menuju tengah malam. Saat badan lelah. Setelah tadi sore kembali turun ke jalan meminta sumbangan di perempatan jalan Pingit. Mengobarkan semangat, karena saudara di kampung masih membutuhkan bantuan. Meski antusiasme pengendara tidak lagi begitu kuat, tapi kujalani jua. Karena hari ini adalah hari terakhir kami turun ke jalan.

Sudah 80-an juta rupiah yang terkumpul. Sebuah prestasi dari anak-anak muda yang juga ingin turut serta merasakan kepedihan sanak saudara di kampung halaman. Meski tak sebanyak dana yang berhasil dikumpulkan oleh instansi-instansi yang lain, tapi aku tetap gembira. Haru dengan semangat teman-teman nan rela berpanas-panasan kala matahari terik di siang hari. Hingga rela begadang demi menggalang dana di malam hari.

Tersentak dengan kepedulian masyarakat Jogja, baik yang memberikan sumbangan kala kami turun ke jalan, menyediakan tempat dan acara untuk kami menggalang bantuan, bahkan datang sendiri ke asrama untuk menyerahkan bantuan. Rasa cinta, membuatku mengenal orang-orang baru. Orang-orang yang bersimpati. Orang-orang baik yang tak tergerus oleh sentimental dan mementingkan diri sendiri.

Semuanya memberikanku semangat baru, untuk berbuat lebih. Nasehat dari adik-adik forkommi UGM yang 5-4 tahun lebih kecil, menyadarkanku untuk merampungkan kuliah yang tinggal menyelesaikan skripsi.

Aku semakin menyadari arti hidup. Bahkan ukuran materi, ketampanan, dan kekayaan bukanlah harga mati untuk meluaskan silaturahmi. Ada nilai yang lebih dihargai orang, yakni kejujuran, keikhlasan, dan kebaikan hati. Wajah hanyalah topeng palsu yang akan lapuk oleh waktu. Kekayaan tiadalah abadi dibawa sampai ke kuburan. Tapi persahabatan dan ketulusan hati tidak akan redup oleh perputaran zaman.

Ketika potensi diri diberdayakan, tidak larut mengumpat atas apa yang telah Tuhan berikan, insya Allah hidup akan terasa tenang dan berkesan. Karena kebahagiaan bisa lahir dari sebuah senyuman dan keikhlasan atas apa yang telah Tuhan takdirkan. Sesungguhnya dunia ini hanya sementara. Ada surga yang mesti diperjuangkan. Karena kehidupan akhirat, abadi untuk selamanya.

Sahabat-sahabatku, terima kasih atas kebersamaan ini. Nan membuka mataku untuk melihat dunia lebih arif lagi. Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa mengikat jalinan hati dan bernilai pahala di sisi Ilahi Rabbi… Amien…