Kata-kata dan keajaiban  merupakan satu hal yang sama, dan kata-kata menyimpan tenaga ajaib… Dengan kata-kata, seseorang bisa memberi orang lain kebahagiaan atau rasa putus asa, dengan kata-kata seorang guru menanamkan pengetahuan pada murid-muridnya, lewat kata-kata, orang menarik pendengarnya dan mempengaruhi penilaian dan keputusan pendengarnya. Kata-kata mengungkapkan emosi dan secara universal merupakan alat bagi kita untuk mempengaruhi manusia lain… (Sigmund Freud –  A General Introduction to Psychoanalysis)

Apapun yang terjadi dan dialami oleh seseorang adalah salah satu bagian dari cerita besar dunia. Media baik itu televisi, majalah, koran maupun radio hanya mampu memotret sebagian kecil saja dari miliaran narasi yang terjadi setiap harinya. Itupun didasarkan pada penyuntingan hanya “berita menariklah” yang pantas untuk dipublikasikan.

Sebagian orang bahkan melandaskan pemikirannya kepada apa yang disampaikan oleh media. Terbawa oleh headline yang dirilis oleh TV dan Koran yang setiap hari terus berganti. Hingga tak lebih sebagai objek yang dipengaruhi oleh realitas yang dikonstruk oleh media yang sangat mungkin tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Beberapa orang mencoba memainkan wacana. Mengirimkan tulisan di koran atau menjadi pembicara di TV. Namun, itu hanyalah kesempatan temporer. Penulis pemula tentu harus bersabar, terus mengirimkan tulisan sampai dimuat. Kalaupun sudah menjadi penulis yang lumayan terkenal, tidak setiap hari media mempublikasi karyanya.

Maka alternatif yang paling bagus untuk menjadikan diri tidak hanya sebagai konsumen media adalah menjadi blogger. Lewat blog kita bebas menyampaikan apapun. Bisa mengupdate setiap hari pengalaman-pengalaman menarik yang kita temui. Tidak terbatas ruang dan waktu. Blog bisa dibaca oleh siapapun di belahan dunia manapun selama ada koneksi internet dan bahasa yang kita pakai dimengerti oleh para pengunjung blog.

Dengan kata-kata, sang Blogger menguncang dunia. Agaknya kalimat ini pantas untuk dijadikan sambungan atas apa yang disampaikan oleh Freud pada akhir abad 19 yang lalu. Suara seorang blogger bukan sekedar suara sunyi. Menembus ruang imajinasi, mengatasi sekatan dominasi media yang begitu perkasa.

So, sudah saatnya kita menjadi pemain berita. Karena apa yang kita suarakan lewat blog adalah bagian dari pengukuhan eksistensi kita di tengah miliaran manusia di seantero dunia…