Pengurus Posko Bantuan untuk Korban Gempa Sumatera Barat daerah Yogyakarta kebakaran Jenggot karena anak asrama mahasiswa Sumatera Barat diberikan kepercayaan oleh pengelola Mirota Kampus  (salah satu super market teramai di kota Jogja). Nampang di koran Kedaulatan Rakyat saat penyerahan bantuan dari pembeli Mirota membuat orang-orang posko KBMY (Keluarga Besar Minang Yogyakarta) merasa “terlangkahi” oleh aksi “nakal” anak-anak muda. Sampai-sampai salah seorang dari mereka mengadu kepada Prof. Dr. dr. Rusdi Lamsudin salah satu tokoh Minang yang berpengaruh di DIY.

Sungguh lucu. Masak orang-orang hebat di Posko KBMY harus mengadu kepada Uda Rusdi. Kayak anak-anak saja. Kenapa tidak berani mengkonfirmasi kepada anak-anak asrama yang ngak mau bergabung dengan posko yang diurus oleh orang-orang bermasalah itu??? Kenapa harus membebani Uda Rusdi yang punya seabrek kerja-kerja yang lebih penting, daripada mendengarkan “curhat” oleh orang-orang yang merasa dilangkahi oleh mahasiswa???

Benar-benar aneh dan lucu. Apakah mereka cemburu dengan publikasi posko yang didirikan oleh mahasiswa di Koran terbesar di DIY-Jateng??? Apakah mereka ngak sudi melihat aksi peduli mahasiswa diliput oleh TV One, TV berita terkemuka di Indonesia??? Apakah mereka mengira, hanya mereka saja yang boleh untuk menolong sanak saudara di Sumatera Barat???

Kami mahasiswa juga punya nurani Pak. Kami juga menangis melihat penderitaan saudara-saudara kami. Kami ingin juga memberikan sedikit bantuan sekuat yang kami bisa?? Kenapa anda melarang kami untuk beraktivitas?? Berkreasi menggalang dana?? Anda mengajarkan kami untuk menjadi orang penakut, tunduk kepada sistem??

Kami adalah anak-anak muda yang punya semangat, punya tenaga untuk berbuat. Kami bukanlah orang-orang bodoh yang mau tunduk pada logika borjuis yang anda perlihatkan. Kami anak UGM Pak. Universitas terbaik di negeri ini. Jadi anda jangan meremehkan kami. Memperlakukan kami seperti buruh.

Agaknya, teramat lucu anda mengacu kepada Prof. Rusdi. Anda harus lihat kronologis kerjasama kami dengan Mirota Kampus. Posko anda saja belum berdiri ketika kontrak kerjasama kami tanda-tangani. Apa yang hak anda untuk meminta laporan dari kami?? Kenapa anda begitu pusing dengan uang yang baru 80-an juta yang kami dapatkan, sementara posko anda telah berhasil menggalang dana 800-an juta???

Sungguh, anda benar-benar lucu. Apakah karena takut tersaingi sama mahasiswa?? Anak-anak muda ingusan yang baru lahir kemarin sore?? Ha2.. Begitu lemahnya mental anda…

Memang anda yang sekarang yang memegang kekuasaan. Tapi 5 – 10 – 20 tahun yang akan datang, giliran kamilah yang akan memimpin negeri ini. So, kenapa anda menyatakan perang kepada kami. Padahal sebagai yang lebih tua, seharusnya anda memberikan tauladan kepada kami.

Atas nama fastabiqul khairat, tentu tidak ada hak seseorang ataupun satu kelompok untuk menghalangi orang lain/kelompok lain untuk turut melakukan kebajikan.