Dua hari ini aku bersama teman-teman disibukkan mengantar uang bantuan gempa ke BNI cabang UGM yang telah terkumpul di Posko Bantuan Bencana Gempa yang digerakkan oleh teman-teman asrama, mahasiswa UGM, dan beberapa relawan. Tidak mesti harus menunggu ratusan juta ataupun miliaran untuk dikirim sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa pihak yang menumpuk dulu bantuan, hingga jumlahnya wah.

Team penyerahan bantuan di Padang yang dihandle oleh alumni asrama Uda Zaiyardam Zubir yang sehari-hari bertugas sebagai dosen sejarah Universitas Andalas Padang sudah bergerak di Pariaman. Beras sudah dipesan. Kemarin uang telah dikirimkan lagi ke Padang. Alhamdulillah mudah2an sumbangan dari donatur-donatur yang baik hati di perempatan jalan, mengantar langsung ke asrama, ataupun yang mentransfer lewat rekening, bermanfaat untuk sanak saudara di Pariaman.

Meski harus mengantar uang receh mulai dari Rp. 100 sampai Rp. 100.000 dalam jumlah yang besar dan tak beraturan, pegawai BNI cabang UGM melayani kami dengan baik. Seharusnya sebelum dimasukkan ke buku tabungan, uang yang berantakkan itu harus disusun dulu per-satuan. Hampir 3 jam kami di Bank hanya untuk menyusun uang didampingi oleh pegawai BNI. Ternyata capek juga menghitung uang…:)

Saat menyerahkan uang kepada teller, kamipun dilayani dengan baik. Disapa dengan ramah dan diajak juga ngobrol tentang gempa di Sumatera Barat. Senyum tulus mbak-mbak BNI cabang UGM menghilangkan letih yang mendera tubuh.

Bengkulu-City-Princess-2Tadi malam saat menyerahkan buku di perpustakaan UGM, aku tercenung. Betapa jauhnya pelayanan pegawai Bank dengan petugas perpus. Mengapa mereka sangat sulit memberikan sebuah senyuman? Mungkin tidak hanya di perpus saja, di beberapa tempat/kantor pelayanan publik milik pemerintah, senyuman adalah barang yang langka.

Ah, andai keramahan dan pelayanan yang baik ala Bank yang kudapatkan beberapa hari ini juga dipraktekkan oleh instansi-instansi yang lain, tentu nyaman rasanya mengurus banyak hal. Beban masalah bisa teredam melihat customer service menyambut dengan senyuman manis lagi bertutur lembut.

NB: Spesial tulisan ini kubuat sebagai rasa terima kasihku kepada pegawai BNI cabang UGM. Terutama buat mbak Evitha lulusan Psikologi UII Yogyakarta nan begitu ramah dan baik… (Setelah googling di internet, ternyata mbak Evitha – lengkapnya: EVITHA RAHMAYANTI LUBIS – adalah RUNNER UP I PEMILIHAN PUTERI INDONESIA dan Puteri Intelegensia tahun 2008 TINGKAT PROVINSI BENGKULU