Kamu Idiot…


tidak perlu jd idiot telanjang (dan konyolnya) bangga utk mendongkrak pengunjung

Itulah sebait kalimat yang dituliskan seorang Dosen Fakultas Filsafat UGM di status facebookku. Sebuah pernyataan yang bagi diriku yang berasal dari Sumatera sudah cukup “kasar”, apalagi kalau diukur dari keramahan dan kelemahlembutan ala Jogja.

Untuk kaliber dosen yang telah singgah di beberapa negara maju, agaknya pemilihan diksi yang lebih halus tentu lebih baik. Bukankah kehormatan seseorang itu dilihat dari pemilihan kata yang ia pakai. Kalau bahasa yang dipakai adalah bahasa pasar, apa bedanya dosen dengan preman???

Ukuran psikologis mengatakan orang idiot adalah orang yang memiliki IQ di bawah 80. Alhamdulillah IQ-ku 123. Tentu tidak ada ahli psikologi manapun yang mengatakan orang yang punya IQ 123 adalah orang idiot. Mana mungkin universitas sekaliber UGM menerima mahasiswa idiot???

Meski hanya sebagai mahasiswa biasa, tapi bisa juga aku kenal dekat dengan pakar ekonomi Islam yang sekarang lagi kuliah S3 di Aberdeen University UK, pakar ketahanan nasional lulusan AS, Doktor lulusan Universitas Leiden Belanda, dan beberapa alumni Al Azhar Mesir. Namun, selama berinteraksi dengan orang-orang hebat ini, tak pernah mereka mengatakan diriku idiot.

Ah… Aku sempat berpikir, jika banyak dosen yang “mematikan potensi mahasiswa” seperti beliau, agaknya pendidikan di Indonesia ngak akan maju-maju. Karena mahasiswa tidak dimotivasi, tapi dihajar dengan umpatan-umpatan yang ngak jelas. Seorang Dosen Sejarah Unand yang telah menerbitkan puluhan buku pernah mengatakan kepadaku, “keberhasilan seorang dosen adalah ketika membuat mahasiswa lebih pintar dari dirinya”. Jika yang terjadi malahan dosen memojokkan mahasiswa, entah mazhab pendidikan apa yang dipakai???

Sunguh aneh, ada dosen yang sudah terbang ke luar negeri, tapi tersengat dengan keinginan mahasiswanya untuk menulis di blog dan bercita-cita mendapatkan kunjungan 1000 0rang/perhari. Sampai-sampai harus memakai kata, IDIOT. Hah…..

Mudah2an tidak banyak dosen filsafat UGM yang seperti beliau. Karena kita tidak butuh dosen yang membunuh mahasiswa dengan kata-kata, sementara membiarkan perpustakaan penuh dengan buku-buku impor dari dosen-dosen Driyarkara, UIN, dan UI. Sementara karya-karya mereka entah dimana.

Iklan

3 thoughts on “Kamu Idiot…

  1. kritik itu perlu, apalagi yang membangun. aq pikir di luar pemilihan diksi yg kurang tepat memang ada benarnya. bisa jadi mutu tulisan kita turun hanya karena untuk menarik minat pengunjung untuk membaca. tulisan kita jadi tidak menggambarkan diri kita sebenarnya, karena berusaha memenuhi “tuntutan” pembaca (lebih berminat ke tema ap), akhirnya tingkat intelektualitas kita dipertanyakan. kalo si pengkritik tidak bisa membuktikan hal yg lebih baik, wah perlu kita pertanyakan jg tuh…hehehe

    1. duh mas.. saya hanya mengikuti apa yang dikatakan JK Rowling.. “tulislah apa yang engkau rasakan”.. saya menulis untuk menumpashkan apa yang ada dipikiran dan perasaan saya.. tak terpengaruh tuntutan pembaca.. saya hanya ingin belajar mas.. karena lewat belajarlah saya bisa terus melatih diri.. tapi jika hujatan idiot disampaikan oleh dosen sendiri, tentu saya sangat sedih..

      namun, orang minang tidak akan menyerah kalah jika dihina seperti ini…

  2. Ya Allah Anggun…maafkan saya. Salah paham anakku. Kalimat itu bukan untukmu. Sejatinya utk ingatkan kita ttg kejadian cukup heboh bbrp hari berselang di Jakarta sana. Ttg sorang lelaki terkanal dikagumi banyak orang yang berjanji akan telajang di tempat umum jika twitternya mencapai jumlah pengikut sekian.Terkabul nazarnya, dipenuhi janjinya. Comentku (tidak perlu jd idiot telanjang (dan konyolnya) bangga utk mendongkrak pengunjung..hehe). Justru pesan comentku adalah blogmu bagus isinya krn itu , tanpa telanjangpun, banyak pengunjungnya. Maksunya sambil canda juga, makanya ku tambah hehe.
    Tapi bagaimanapun saya akui kalimat saya memang negatif, meski sungguh saya sadari tidak dengan emosional saya menulisnya, tapi tetap saja mamang kurang baik akibatnya . Saya akui salah, mohon maaf, dan ijinkan saya delete comment itu.
    Dan saya tidak pernah brusaha mematikan potensimu..sama sekali. Dan insyaallah tidak juga potensi siapapun..bahkan, saya termasuk salah satu pengunjung rutin blogmu itu.
    Oiya, ha ini tujuan sebenarnya saya ke FBmu kemaren, melanjutkan obrolan kita dulu hendak mengabarkan berita baik. Alhamdulilah saya mulai konsultasi risetnya, Insyaalah dan mudah2an semester musim dingin ini sudah formal masuk universitasnya. Doakan semoga lancar, selamat, berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s