Kalau tak ada aral rintangan tanggal 14 Oktober besok Miyabi (Maria Ozawa) bintang film porno dari Jepang akan tiba di Jakarta. Sehari kemudian ia direncanakan memulai shooting hingga 22 Oktober. Gadis kelahiran Hokkaido, Jepang, 8 Januari 1986 ini dikontrak oleh Rumah Produksi Maxima untuk pembuatan Film “Menculik Miyabi” yang skenarionya ditulis oleh Raditya Dika, Blogger papan atas Indonesia yang produktif  menerbitkan buku.

Kiprah Miyabi dalam kancah perfilman XXX memang “mengagumkan”. Kompas memberitakan, “Judul-judul video Miyabi sempat menjuarai kompetisi penjualan terbanyak film-film porno se-Jepang.” Tidak hanya terkenal di bisnis pemuasan libinal, Miyabi beberapa kali diplot sebagai bintang MTV dan model klip lagu.

Tak salah jika kedatangan Miyabi ke Indonesia menjadi “berkah” bagi penikmat film seks di Indonesia. Raditya Dika yang menjadi salah satu fans Miyabi memanjakan imajinasi penikmat film porno Indonesia dengan menghadirkan Miyabi dalam film garapannya. Agaknya sesi foto bareng adalah momen yang paling ditunggu-tunggu.

Tentu menarik mencermati fenomena kedatangan Miyabi ini, karena Mentri Informasi dan Komunikasi telah memberi lampu hijau. Aktivis perempuan menyambut dengan senyuman. Kemungkinan besar Miyabi akan mendarat di Soekarno Hatta. Sementara masyarakat terlihat tenang-tenang saja, diam-diam senang (mungkin sih)… Media baik tv maupun surat kabar memberitakan hanya segelintir saja pihak-pihak yang kontra, salah satunya MUI.

Kehadiran Miyabi menyemarakkan dunia perfilman Indonesia berpotensi mengalahkan raihan penonton fenomenal yang ditorehkan oleh film “Ketika Cinta Bertasbih”.  Potensi penonton berasal: kelompok pertama dari penggemar Miyabi yang jumlahnya mungkin sekitar 50% pengguna internet di Indonesia (asumsi ini berdasarkan sebagian besar netter di Indonesia mengenal internet pertama kali lewat content website-website porno). Kedua, massa mengambang. Bukan penyuka film porno, tapi penasaran dengan ketenaran Miyabi.

Wajah cantik Miyabi perpaduan Kanada dan Jepang yang eksotis akan memukau banyak orang. Sebagaimana tergila-gilanya orang  sama artis-artis Indo yang saat ini menjadi bintang entertaiment papan atas di Indonesia. Sukses berakting di “Menculik Miyabi”, berpotensi besar membuat gadis Negeri Sakura ini meroket menjadi super star baru. Jika pasar menyambut positif, maka tawaran-tawaran berikutnya akan bermunculan. Baik film, iklan, bisa juga sinetron.

Entahlah, apa yang akan terjadi jika Miyabi menjadi ikon baru dunia artis Indonesia? Saat ini saja, fenomena cewek-cewek bercelana setengah paha sudah berjibun. Video-video porno amatiran karya anak negeri bertebaran dimana-mana.

Sunguh sangat mungkin, cara berpakaian cewek-cewek Indonesia akan lebih parah dari saat ini. Akan hadir rumah-rumah produksi film porno profesional, karena mencari bintang film porno akan gampang. Dan seks di luar nikah akan jadi gaya hidup karena nilai-nilai kesopanan telah berganti menjadi era keterbukaan alias buka-bukaan.

Kita tentu sangat menghargai kejeniusan dan  imajinasi liar Raditya Dika. Menghargai skenario yang ia rancang dalam film “Menculik Miyabi”. Namun, satu hal yang tak disadari Dika adalah  di Indonesia Tontonan adalah Tuntunan. Sudikah pemuda cerdas seperti Dika mengangkat Miyabi sebagai tuntunan perempuan Indonesia??? Entahlah……