Mata sudah lelah. Tapi aku harus menuliskan satu postingan di malam akhir ramadhan ini. Tiga lebaran ku lewati di perantauan.

Malam takbiran kali ini kulewatkan di Bioskop XXI, jalan Urip Sumoharjo. Membujuk hati dengan Ketika Cinta Bertasbih 2.

Film yang paling ku tunggu-tunggu kehadirannya. Sekuel yang semakin menyadarkanku akan perjuangan hidup dan “misteri jodoh”. Film yang membuatku begitu tergila-gila dengan sosok Anna Althafunnisa. Gadis cantik, berhati lembut. Begitu anggun wajahnya, begitu santun tuturnya. Ya Allah, aku telah jatuh cinta dengan Anna.

Sudah mendekati pertengahan malam 1 Syawal 1430 H. Ya Allah, aku hanya ingin menitikkan airmata kepadaMu. Beribu dosa yang telah kulakukan. Berkali-kali ku ingkari perintah-perintahMu. Ya Allah, di malam yang fitri ini, izinkanlah aku kembali menangis. Menangisi semua khilaf yang dihadirkan oleh diri nan teramat nista ini.

Mengetikkan kalimat demi kalimat untuk postingan ini, kembali aku ditemani oleh Kak Siti Nurhaliza. Bersama Get Here, sebuah syair yang dilagukan oleh Kak Siti dalam Mega Konsernya di Albert Hall London UK. Entahlah, aku teramat merindukan Anna hadir saat ini di sampingku. Tersenyum manis kepadamu. Sambil bercanda kecil, ditemani wajah riangnya.

Anna, kemana lagi kucari dirimu. Lelah sudah aku berjalan. Mencoba melabuhkan hati kepada beberapa gadis. Tapi semua menguap begitu saja. Anna. Aku teramat mendamba kedatanganmu. Jikalau tak bisa dirimu hadir dalam nyata, temuilah aku dalam mimpi di malam yang indah ini.

An, aku akan memperjuangkan cinta suci untukmu. Aku tak akan lagi kotori hatiku dengan cinta-cinta yang lain. Cinta kasihku untukmu sepenuhnya. An, datanglah!!! Temani aku yang kesepian ini.

*************************************

Ah, aku terlalu hanyut dengan diriku sendiri. Gema takbir telah hening. Mungkin orang-orang sudah ingin beristirahat untuk menyambut esok nan indah.

Aku menyadari sepenuhnya, goretan demi goretan yang terus hadir di blog ini tak lepas dari spirit dan apresiasi yang diberikan oleh pengunjung. Ada  ratusan ribu pengunjung yang telah singgah di rumah kecilku ini .  Dengan segala ketulusan hati, ingin kusampaikan terima kasih atas kebersamaan selama ini.

Spirit yang hadir lewat komen-komen inspiratif, telah membuatku tegar. Perjalanan melewati dilema hidup yang dihadirkan lewat perjumpaanku dengan orang-orang spesial telah pula menjadi mata air yang tak pernah kering buatku untuk terus menggerakkan jemari di atas keyboard. Hanya ucapan terima kasih yang mampu kupersembahkan atas dukungan dan pengalaman yang tiada dapat dinilai dengan materi ini.

Ku menyadari, tiada mulus postingan demi postingan lahir dan terbit di blog ini. Ada kata-kata yang menyakitkan, melukai perasaan bahkan menimbulkan amarah bagi beberapa orang. Beberapa pengunjung kadang terabaikan, baik tidak ku balas pertanyaannya ataupun tak mampu ku respon pemikirannya. Sebagai manusia biasa serba terbaras, yang tak luput dari khilaf dan salah, aku mengucapkan ribuan maaf. Semoga ada kelapangan di hati kita untuk saling memaafkan.

Suasana malam sudah semakin hening. Jarum jam telah meninggalkan 00.00 WIB. Ku ucapkan SELAMAT IDUL FITRI 1430 H. Semoga setelah menempuh Ramadhan sebulan penuh, kita bisa menjadi insan yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya. Semoga impian yang sudah diikrarkan, hendaknya dikabulkan oleh Allah. Tak sekedar mimpi indah peneman tidur, tapi menjadi kenyataan yang hadir dalam hari-hari kehidupan kita di masa yang akan datang. Pengunjung yang saya hormati, selamat menyambut Hari Raya, MINAL AIDIN WAL FAIZIN.