Para cowok biasanya memiliki pe-de yang tinggi bakalan “laku”, karena berasumsi jumlah cewek lebih banyak.  Bahkan ada yang menyangka komposisi cowok dengan cewek saat ini sudah mencapai rasio 1:3. Entah dari mana angka-angka ini datang, tapi penulis melihat informasi inilah yang berkembang di kalangan cowok.

Sebagai orang yang melek informasi dan berpendidikan, tentunya kita perlu mericek asumsi data statistik perbandingan cowok dengan cewek yang terlanjur massif tersebar di masyarakat ini. Untuk Indonesia, lembaga statistik yang memiliki kredibilitas mumpuni adalah BPS (Badan Pusat Statistik).

Publikasi kependudukan yang dirilis BPS menampilkan bahwa populasi penduduk Indonesia berjenis kelamin pria pada survey tahun 2000 berjumlah 103 .417. 180 orang. Sementara pada tahun yang sama, jumlah perempuan sebanyak 102. 847.415. Artinya, jumlah laki-laki lebih banyak 569.765 orang.

Kesimpulannya, pernyataan rasio laki-laki dengan perempuan 1:3 hanyalah mitos belaka. Sementara data statistik resmi mengatakan kebalikannya, 1:1 dengan kelebihan 500ribuan laki-laki.

Hati-hati… Jika kamu seorang cowok, kemudian berpikiran tenang-tenang saja padahal sudah berumur di atas 25 tahun. Apa sebab? Hati-hatilah, karena predikat “bujang lapuk” berpeluang kamu sandang, apabila tidak mempersiapkan diri untuk menikah dan masih asyik dengan kesendirian. Karena secara matematis kesempatan kamu mengandeng cewek hanya 1:1. Malahan kamu berpeluang tidak kebagian.

Di tengah kenyatann ini, para cowok masih bisa bernafas lega karena persaingan semakin berkurang dengan kehadiran komunitas-komunitas waria alias bencong. Kita tidak mendapatkan jumlah persis para bencong di Indonesia. Tapi melihat sepakterjang mereka di tiap-tiap kota dan publikasi mereka yang semakin gencar di media, mungkin jumlah mereka melewati angka 1 juta-an.

Meski sudah dikurangi dengan para pria yang disorientasi ini, agak peluang para cowok masih cukup berat. Oleh karena itu, penulis merekomendasi segeralah persiapkan diri, baik materi maupun hati untuk segera menikah. Bukan hendak melawan janji Tuhan, “jodoh itu telah ditetapkan sejak zaman azali”, tapi ini hanyalah sebuah pertimbangan rasional agar kita tidak berlalai-lalai.

Dari 100-an juta wanita Indonesia, tentu yang muslimah semakin sedikit. Taruhlah sekitar 80-an juta. Dari angka 80-an juta semakin berkurang kalau kita masukkan kategori berjilbab. Semakin merosot jika kita pakai kategori pemakai jilbab syar’i. Semakin turun drastis kalau kategori baik, cantik, sholehah dan berpendidikan kita masukan.

Btw, segeralah perjuangan gadis idamanmu dengan usaha dan do’a. Karena gadis sholehah tak bisa diharapkan kalau hanya duduk termanggu saja. Bisa jadi kamu masih mikir-mikir, sementara kawan di samping sudah mentacling. So, lebih cepat lebih baik…Ayo berjuang.. he2..he2..