Mereka berkumpul, saling bercerita untuk mengucilkanku. Mencoba membunuhku dalam kesepian. Tiada aku terpukul, kecuali dikau ikut juga membiarkan aku sendiri Great. Meminggirkanku bagaikan orang gila yang lusuh mengharapkan cinta. Cinta yang rela kupendam sekian lama kepadamu. Meski harus berujung malang, tapi tiada aku merasa sakit hati. Hanya tersisa tanya, mengapa engkau turut membiarkan aku sengsara seperti ini?

Aku rela tiada memperoleh cinta, bahkan rela tidak akan pernah merasakan pernikahan. Tapi, mengapa untuk menyapamu-pun aku tak punya kesempatan Great??? Apakah aku begitu hina bagimu…???

Jikalau mereka ingin membunuhku, sesungguhnya aku telah mati 7 tahun lalu. Saat aku harus pergi ke tanah Jawa membawa lukaku. Salah jika mereka mengira akan berhasil. Filsafat, menjadi mahasiswa UGM telah menjadikan aku yang dulunya mayat, kembali memiliki ruh yang jauh lebih kuat dari sebelumnya,  untuk melanjutkan hidup.

Great, meninggalkan mereka aku bisa. Namun, melupakanmu sungguh teramat sulit bagiku. Tapi apalah daya, engkaupun telah berdiri memandang sinis diriku, bagaikan anjing yang kehausan di bawah terik mentari. Jika memang ini yang engkau inginkan, aku sedia menerimanya Great. Biarkanlah airmata yang mengobati pilu ini. Tapi sekali lagi kukatakan “Aku Takkan Mati karena semua ini”.

Aku akan perjuangkan nafas yang masih dianugerahkan Tuhan padaku sampai saat ini. Aku akan berusaha mengapai impian demi impianku. Aku yakin akan meraihnya. Setelah engkau pergi, hanyalah impian yang menjadi bara yang menyalakan api kehidupanku. Aku akan terus berjalan. Berjalan menapaki liku-liku dunia. Karena semua penderitaan akan ada batasnya.

Aku hanya tak ingin rasa benci mengelayuti diri. Aku tak ingin, suatu ketika aku terlempar membenci kaummu… Aku berharap tak akan mengeneralisir apa yang terjadi saat ini. Sekarang engkau bisa meninggalkanku. Tapi ku yakin akan bisa menjalani semua dengan seizin-Nya. Karena, bukanlah dirimu hidupku. Tapi Dia-lah yang memberi aku hidup. Yang harus ku puja dengan sempurna, sampai ke akhir hayat.  Hingga kudekap surga mengakhiri semua kembara ini.