Hanya berselang satu hari, di akhir tidurku pagi ini kembali engkau datang menemuiku Great. Sebuah mimpi yang berdurasi agak panjang dari mimpi sebelumnya. Dalam intensitas perbincangan dan ruang yang beragam.

Wajahmu begitu jelas meski 7 tahun tak bertemu. Mimpiku tak lagi hitam-putih sebagaimana yang disampaikan tentang ciri-ciri mimpi oleh dosenku. Sekuel bersamamu hadir setelah rentetan mimpi perjumpaanku dengan Ustadz Faturrahman, Lc., seorang Ustadz Muhammadiyah yang kukagumi belakangan ini.

Kembali aku mereka-reka apa makna dibalik semua ini. Inikah jawaban atas do’aku akan hadirnya semangat darimu Great yang kusampaikan kepada Allah beberapa waktu yang lalu? Jika demikian adanya, sungguh aku akan bangkit untuk melewati masa-masa sulit ini. Menyelesaikan skripsiku demi membahagiakan orang tuaku. Segera mendapatkan ijazah UGM, yang menjadi “tiket”ku bisa menjenguk ke kampung halaman yang amat kurindukan. Seraya berharap bisa berjumpa denganmu dan menyapamu dalam alam nyata, seperti yang terakhir kulakukan saat bimbel di Adzkia menjelang test SPMB. Ketika itu, kita berjumpa tak terduga dalam sesi konsultasi psikologi pemilihan jurusan yang disampaikan oleh Dr. Irwan Prayitno yang sekarang jadi orang penting di negeri ini.

Great, aku rela bersendirian untuk mempertahankan cintaku kepadamu. Karena kusadari, pertemuan denganmu begitu indah, teramat indah sepanjang perjalanan hidupku hingga detik ini. Great, dari kejauhan ku mohon do’a darimu agar aku dapat merampungkan kuliahku secepatnya. Izinkan aku mengenangmu sehingga aliran semangat itu hadir kembali…