Bintang di Langit


der bestirnte Himmel uber mir und das moralische Gesetz in mir” (Langit berbintang di atasku dan hukum moral di dalam diriku)

Ini adalah ungkapan terkenal dari Immanuel Kant, seorang filsuf besar dari Jerman yang lewat buku “The International Jew”-nya Henry Ford kuketahui termasuk pemikir yang tergabung dalam gerakan Freemansonry. Pada kesempatan ini aku tidak akan mengulas tentang adagium Kant yang terkenal itu, tapi mau cerita tentang pengalaman di saat sahur pagi ini.

Ketika berjalan hendak pergi ke warung, ku cuba tengadahkan kepala memandangi bintang-bintang yang menghiasi angkasa. Tampak begitu indah. Seolah memandangi keabadian penuh misteri. Melepaskan pikiran dari kejenuhan akan dunia yang terus berputar menuju kefanaan.

Meski tak boleh meninggalkan dunia demi ketenangan batin sendiri – sebagaimana kemarin disampaikan oleh Pak Kharuddin Basori, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta bahwa manusia sebagai khalifah tidak mengizinkan dirinya menyepi dari kehidupan – namun pada saat-saat tertentu manusia butuh untuk sendiri untuk merenungi dirinya. Ada saat berlaku induktif untuk mendapatkan pengetahuan empiris. Pada waktu yang lain butuh berpikir deduktif untuk meraih pengetahuan spekulatif.

Selain bintang, sesungguhnya banyak misteri yang tersembunyi dari pikiran manusia. Salah satunya adalah cinta. Cintalah yang memabukkan manusia, menghilangkan kesadaran dan menimbulkan emosi yang tak beraturan. Tapi cinta yang mana? Kalau kata Erich Fromm, Cinta Produktif malah menghasilkan tanggung jawab dan pengetahuan. Ya, mungkin cinta ini melenakan adalah cinta karena berahi semata, sebuah cinta tanpa makna.

Telah nampak keindahan dunia bertebaran dimana-mana. Membuat hati terlena, larut dengan dunia. Menelisik fenomena, bahwa tanda-tanda kiamat sudah teramat nyata dalam realita.  Haruslah segera meraih ampunan Sang Pencipta dari pada terus berduka karena patah bercinta. Bukankah kenikmatan dan penderitaan di dunia hanya sementara???

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s