Pengumuman SNMPTN diumumkan sejak tadi malam. Meski dalam rilis resmi hasil baru bisa dilihat jam 00.00 1 Agustus 2009, tapi pas kemarin iseng-iseng buka situs http://snmptn.ac.id jam 8 malam-an ternyata udah bisa diakses. Yang jelas aku tidak lagi mencari namaku sendiri. Kebetulan adikku tahun ini ikut SNMPTN lagi setelah tahun kemarin tidak lulus.

Ya, adikku nomor 3 Oka Mahendra alias si Kalek karena memang kulitnya itam (tapi diincar oleh banyak cewek) alhamdulillah lulus di Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan Universitas Riau. Katanya sih, itu cuma pilihan iseng-iseng. Makanya dia tanyakan kepadaku apakah jurusan itu bagus. Setelah kucuba search akreditasi jurusan ini, ternyata memang lumayan bagus dengan nilai akreditasi B. Sejak tadi malam Bapak, Ibu dan Keluarga di kampung sudah sibuk menghubungi sanak saudara yang ada di Pekanbaru untuk mengurus si Oka yang mau jadi mahasiswa…he2..he2..

Bagi pengunjung yang ingin mengakses data hasil SNMPTN nasional untuk keperluan statistik bisa melihat di http://www.kompas.com/lipsus072009/snmptn. Kalau aku sendiri sudah memanfaatkan Liputan Khusus SNMPTN Kompas ini untuk mengirimkan tulisan ke Padang Media dot Com dengan title tulisan Hasil SNMPTN Panitia Lokal Padang: 3 di UGM, 12 di UI, dan 59 di ITB“. Lumayan meredam kepala yang masih pusing dengan pembuatan skripsi. Paling tidak tanganku masih bisa mengetikkan kata-kata yang dibaca oleh banyak orang.

Hasil 3 orang siswa/i SMA-SMK Sumatera Barat yang lulus di UGM membuat hatiku miris. Apalagi pas UM UGM kemarin yang diterima hanya sekitar 20-an orang. Sungguh jauh dari tahun-tahun sebelumnya, apalagi pada tahun angkatanku saat ramai-ramainya siswa/i Sumbar yang berhasil menembus UGM. Ini bukan soal kualitas sih. Tapi soal akses dan informasi yang minim di Sumatera Barat tentang UGM. Memang dari dulu  UGM sudah mendunia, namun tetap saja tidak membuat UGM menjadi pilihan utama anak-anak Sumbar. Biasanya target mereka UI, ITB, dan perguruan tinggi favorit yang ada di Bandung. Sedih, karena generasi penerus semakin sedikit sehingga agak susah untuk memassifkan KAGAMA cabang Sumatera Barat. Sedih, karena anak baru yang masuk asrama terus berkurang.

Aku sempat berpikir, mengapa sampai saat ini aku selalu bersemangat mengikuti hasil tes-tes perguruan tinggi. Mungkin masih kuatnya memori saat ikut SPMB tujuh tahun yang lalu membuatku terus bergerilya mencari info tentang seleksi penerimaan mahasiswa. Bisa juga karena aku masih menyisakan “penyesalan” tidak bisa menembus jurusan favorit di universitas karena saat mengisi formulir SPMB aku memasang target minimal. Ngak pe-de untuk mengincar jurusan keren meski passing grade saat mengikut try out SPMB lumayan tinggi.

He2.. Waktu terus berlalu. Sekarang tinggal waktu 2 bulan lagi untuk merampungkan skripsi. Ya, aku harus mulai konsentrasi menuntaskan prestasi lulus SPMB 7 tahun lalu dengan wisuda bulan November ini. Teman-teman do’akan aku ya… Makasi…:)

Iklan