Pagi ini, aku kembali terbangun ketika adzan Shubuh berkumandang. Lelah sepulang dari penampilan Randai di Stadion Mandala Krida dalam rangka Pembukaan Pra Muktamar seabad Muhammadiyah, sudah tak terasa. Pagi ini terasa syahdu bercampur sedih menyaksikan berita di TV yang masih menanyangkan  peristiwa ledakan bom di JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta.

Penampilan Randai berdurasi 2 menitan bersama teman-teman asrama dan didampingi oleh cewek-cewek cantik dari UAD cukup bagus mengingat kami hanya latihan 2 hari menjelang acara. Selain harus membimbing teman-teman sekaligus jadi team penari, urusan administratifpun harus ku handle bersama Irfan yang sering kupanggil “Pak Saruman” (baca, Pak Saru-Man)… He..he…

P7180340

Drama kolosal yang menceritakan kelahiran Muhammadiyah, sampai meninggalnya KH. Ahmad Dahlan yang berdurasi 2,5 jam itu, disaksikan oleh Pak Din Syamsudin dan Gubenur DIY. Disaksikan ribuan warga Muhammadiyah yang datang dari seantero Yogya dan sekitarnya, memacu semangatku  terus berbuat apa yang ku bisa untuk Muhammadiyah, terutama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dimana aku masih menjabat salah satu instruktur cabang IMM UGM-UNY. Mas Zain, Mbak Luluk, Mas Zulfi, Mbak Qolbi, Mas Aris, Mbak Farrah dan teman-teman instruktur lainnya, ayo semangat… Insya Allah, saya akan terus membantu kegiatan-kegiatan pengkaderan Muhammadiyah yang diadakan oleh UGM dan UNY.

Pada kesempatan ini, aku juga mau ngucapin terima kasih sama Mas Hani dari Kabare Jogja yang udah memberikan kesempatan kepadaku dan teman-teman Asrama Sumatera Barat untuk tampil dalam acara besar ini (ditunggu ya Mas Fee-nya..he..he..). Buat urang awak yang sama-sama menjadi pendukung acara sekaligus kru Kabare, Dunsanak Rocky, anak Teater ISI Jogja yang terus memberikan semangat dan joke-joke segar yang membuatku dan teman2 tertawa karena gayanya yang kocak. Buat Sutradara yang lari tergopoh-gopoh ke tengah lapangan saat gladi bersih karena teman-teman Randai beraksi ‘da-da-da-da” ala Miss Indonesia (he2..he2.. kebayang kan cara lambaian tangan para Miss itu… he..he..). Terus, sama Mas Bimo yang udah bersedia merubah settingan lagu penampilan Randai dengan arrassement yang apik dan memukau penonton.

Tentu ucapan terima kasih dan salut juga ku sampaikan kepada teman-teman personil Randai (Emil, Kiki, Taufik, Zakky and anak-anak baru asrama yang baru masuk tahun ini Furqon, Arfan, Riko), teman-teman asrama Mersi and Bundo Kanduang yang sudah memberikan support selama latihan – penampilan tadi malam. Spesial buat manager team, Pak Muhammad Irfan yang sudah bercapek-capek mengurusi segala keperluan untuk kesuksesan team Randai asrama…he2..he2..

P7180265

Meski tak sempat menyaksikan Anugerah Muzik Serumpun di Global TV, karena baru nyampai di asrama jam 23.30, sehingga kekangenanku sama Kak Siti tak terobati, namunku melihat antusiasme pendukung acara dan penonton tadi malam, tiada aku bersedih tak sempat menyaksikan penyanyi jiran pujaanku itu. Mudah2an nanti siang masih ada siaran ulangan penampilan Kak Siti.

Setelah ini, skripsi sudah menanti untuk digarap. Kado spesial ultah 25 tahunku dengan wisuda di bulan November mesti bisa ku wujudkan. Perjalanan panjang kuliah selama 7 tahun dengan pergulatan dinamika kehidupan Jogja yang membuatku banyak berubah, tinggal setapak lagi. Ya, hanya tinggal skripsi untuk meraih gelar sarjana dari UGM. Aku harus semangat, karena ku yakin dengan kerja keras dan do’a impian akan terwujud. Ku yakin ada masa depan yang indah untukku. Ku yakin, Allah masih menyanyangiku. Kan ku gapai cita, karena aku tak ingin kalah dalam permainan dunia.