Melewati liburan ini cuma di asrama saja. Masih setia membuka internet yang sudah menjadi rutinitas harian yang tak dapat kutinggalkan. Aku sudah gila dengan facebook, gila untuk terus mengupdate blog ini entah berapapun pengunjung yang akan singgah sejenak membaca tulisan-tulisanku.

Aku berharap semester yang lalu adalah semester terbaik selama aku kuliah. Aku berharap mendapatkan IP 4,00 untuk semester terakhirku di filsafat. Hingga capaian IPK 3,5 bisa ku raih. Karena tidak ada lagi yang dapat kuandalkan setelah menghabiskan waktu 7 tahun untuk kuliah, selain mengejar IPK yang bisa dilewakan untuk mendapatkan beasiswa S2.

Teman-teman satu angkatan SMA dulu sudah pada kerja. Dah bisa menghasilkan uang sendiri. Sementara itu aku masih menjadi beban orang tua dengan statusku sebagai mahasiswa tua di UGM.

Tadi aku sempat tertawa, melihat ijazah SMA teman satu asrama. Nilai 4 untuk bahasa inggris. Podo wae dengan nilai ijazah bahasa inggrisku yang juga 4,00. Ha2.. Ha2.. Dari dulu memang bahasa inggris jadi momok menakutkan bagiku. Mungkin karena dah respek sama guru bahasa inggris pas SMA dulu, akibatnya sampai saat ini bahasa inggris masih amburadul. Meskipun di SMA hancur-hancuran, tapi di kampus nilai kuliah bahasa inggris 1 dan bahasa inggris 2 lumayan juga. Bisa dapat nilai B dan B+. he2..he2..

Memang aku dasarnya pintar (ha2..ha2 sok muji diri sendiri). Meski bahasa inggris jeblok tapi nilai mata pelajaran yang lain di ijazah SMAku malah tinggi-tinggi. Maka tak salah nilai kumulatif yang kudapatkan 74,97 dari 10 mata pelajaran. Sebuah pencapaian akhirku untuk mengalahkan sang bintang kelas Yessy Fitria yang selalu mengungguliku saat penerimaan rapor di kelas 3. Sorry ya Si..he2..he2.. Capaian Nem yang lumayan tinggi untuk tahun-tahun kelulusanku. Maklumlah pada msa-masaku itu  soal-soal ujian yang sulit meskipun tidak ada batas minimal nilai kelulusan. Malahan untuk Sumatera Barat aku ngak mendengar ada siswa yang melampaui nilai 80.

He2.. He.. Kok jadi ngomongin masalah IPK and NEM SMA ya?? Ha2..ha2.. Ngak masalah. Yang penting nulis..

Membaca komen yang dikirimkan oleh seorang teman SMA di facebook, membuatku kembali mengingatmu Great, “Btw baa proses pencarian pak anggun kini tuw..lah sobok pangganti siAnu tu?”. Lalu ku jawab, ” Alhamdulillah alah..:) kan ndak mungkin awak mangaja si “G” yang udah bertunangan itu taruih…ndak etislah..”.

Memang sebaiknya aku melupakanmu. Karena akan tidak baik untuk diriku dan dirimu. Tidak akan baik buat masa depanku dan gadis manis yang sedang dekat denganku sekarang.

Aku ingin menyerahkan cinta tulus kepada istriku nanti. Cinta yang tak lagi ternoda oleh masa laluku yang kelam. Masa lalu yang membuatku sakit teramat lama. Karena aku ingin menyerahkan kasih sayangku sepenuhnya kepada dia.

Kekasih, aku akan memperjuangkan rasa ini. Karena aku tahu cinta tidak lahir dengan mudah. Cinta tak dapat dibuat-buat. Kehadirannya begitu misterius. Hari ini, jujur, aku jatuh cinta padamu.