4 hari ini pengunjung blogku terus saja menurun, setelah beberapa hari yang lalu telah menembus angka 1000-an. Merosot menjadi 900-an, turun lagi menjadi 800-an, drop lagi jadi 700-an, dan pengunjung kemarin cuma 600-an. Tentu aku jadi bertanya-tanya, kenapa ini terjadi? Setiap blogger tentu sangat senang jika pengunjungnya terus meningkat setiap hari. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, tentu saja ia menjadi sedih. Karena keberhasilan sebuah blog sangat ditentukan sejauh mana ia dikunjungi oleh para netter.

Sempat juga aku menduga, apakah penurunan ini karena aku memasang banner Pak Jusuf Kalla dan Wiranto? Kalau iya, akupun ngak akan mencopot banner itu dari blogku. Karena setiap orang punya pilihan politik, dan kecendrunganku untuk memilih pasangan no 3 itu cukup kuat.

Ataukah, tren negatif ini disebabkan oleh semakin tidak berkualitasnya tulisan-tulisan yang ku posting. Seringkali hanya berisikan curhat-curhat pribadi yang bagi sebagian orang sesuatu yang tak layak diekspos ke ranah publik. Namun, kata-kata yang disampaikan oleh JK Rowling yang masih kutampilkan di halaman depan blog ini, sampai saat ini masih menjadi inspirasi kuatku untuk menulis. “Tulislah apa yang engkau rasakan”, itulah yang selalu menyemangatiku untuk menulis meski hanya beberapa paragraf yang berisi kata-kata menghiba dan kesedihan.

Karena aku terus bersama blog ini bukan hendak menghiba dan mengharapkan perhatian serta simpati dari orang lain. Aku terus menghidupku blog ini, karena blog inilah yang menjadi teman baikku menjalani hidup ini. Aku tumpahkan segala kesal, sedih – ceria, gembiraku di lembaran-lembaran virtual ini. Aku hidup bukan dari komentar yang diberikan. Tapi aku hidup, karena ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menuntaskan tulisan-tulisan demi tulisan untuk blog ini.

Menjelang bangun tadi, setelah tadi malam Kak Titi menelponku karena mungkin beliau ingin menghiburku, sebuah mimpi retrospektif merefresh kembali memoriku akan masa lalu. Sekuel cerita kembali ke SMA. Bertemu dengan orang-orang yang dulu pernah dekat, dengan dia Sang Cinta Pertama, dan romantika masa remaja di SMA yang sulit untuk dilupakan. Mungkin gara-gara kemarin masyuk melihat foto-foto kenangan SMA yang dipostingkan seorang teman di facebook, membuat alam bawah sadarku kembali terpanggil untuk menghadirkan masa lalu yang saat ini tampak begitu indah.

Bel telah dibunyikan anak asrama. Pagi ini jadwal bersih-bersih asrama sudah menanti. Kuakhiri tulisan ini dengan hanya bisa mengatakan terima kasih kepada pengunjung yang masih setiap mengikuti tulisan-tulisan di blogku ini. Salam kangen buat seluruh teman-teman alumni SMAN 1 Solok angkatan 2002. Dan salam spesial buat dirimu Kak. Aku hanya bisa mengungkapkan apa yang kurasakan saat ini lewat sebait kalimat, “Semakin aku mencoba menjauh darimu, saat itu pula kerinduan semakin erat bertahta di hatiku”… Salam buat semua ya…