Seringkali aku bertanya, apa sih yang telah ku capai dengan umur yang telah melewati 24 tahun ini? Kayaknya ngak ada hal yang istimewa ku raih. Tidak seperti teman-temanku yang lain. Genk satu bimbel dulu sudah pada lulus dan bekerja di perusahaan keren di Riau dan Batam. Teman sesama dari Padang masuk filsafat 2002 lalu sudah jua bekerja di berbagai perusahaan. Dan yang paling keren tentunya Oce Madril yang meneruskan S2 ke Graduate School of Law  di Nagoya University, plus sering muncul di media nasional kayak Kompas dan Republika lewat tulisan-tulisan anti korupsinya. Adapun teman-teman satu angkatan instruktur, telah pula berhasil mengenapkan separuh agama dengan pernikahan.

Sementara aku masih berdiri di sini. Sendiri, sibuk dengan pikiran yang ngak jelas dan impian-impian aneh. Masih bergulat dengan kuliah yang belum rampung hingga detik ini. Masih gila dengan cinta dan Siti Nurhaliza. Sibuk ngurusin blog, bukannya nyelesaiin skripsi. Kebanyakan tidur daripada ikut kursus bahasa.

Apakah aku harus memaki diri sendiri? Memaki diri yang malas. Mengumpat diri yang tak bisa beranjak untuk semangat belajar. Uhhhhhhhhhhh. Tiada juga gunanya berkeluh kesah. Toh, ngak akan merubah apapun dan menyelesaikan apapun.

Sekarang saatnya aku harus mengobarkan spirit yang baru. Yang lebih hebat dari masa-masa terakhir di SMA. Kalau dulu aku bisa menjadi peraih nilai NEM tertinggi se Kota Solok, dan bisa menembus 3 besar hasil Try Out IPS se Sumbar di Adzkia, kenapa sekarang aku ngak bisa melakukan hal yang lebih?

Aku hanya butuh motivasi dan inspirasi. Tentunya semua itu ngak bisa diraih lewat cara-cara yang penuh kemaksiatan. Aku butuh spirit dan bimbinganNya. Ya, Allah mudahkanlah jalanku. Jangan biarkan aku terjebak dalam liku sia-sia dan semakin jauh dariMu. Amien…