Beberapa minggu ini, aku benar-benar malas sholat Jum’at di masjid sampin asrama. Mendengarkan khatib yang kebanyakan membaca teks dan isinya khutbah yang ngak jelas seringkali membuat mataku tak tahan menahan kantuk. Makanya 2 minggu ini aku lebih memilih jum’atan di masjid kampus UGM. Selain khatibnya punya integritas, imamnyapun melantunkan Al Qur’an dengan merdu. Sehingga ada “sense” yang berbeda sekaligus mencharge iman yang tergerus dalam satu minggu.

Kalau minggu lalu yang jadi khatib, Ketua PP Muhammadiyah sekaligus pakar tafsir Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, tadi siang ada suprise spesial, yang jadi khatib Ustadz Yusuf Mansur. Beliau dikenal sebagai Ustadz yang menyemangati umat Islam Indonesia untuk terus bersaqadah. Filosofi yang cuba beliau bangun, “Rizki diberikan Allah. Oleh karena itu, kita harus dekat denganNya biar disayangi. 2 hal yang membukakan pintu rizki adalah sholat dhuha dan sadaqah”. Gaya bicara beliau yang santai dengan logat betawi yang kental menjadi magnet tersendiri bagi jama’ah Masjid Kampus UGM.

“Banyak orang berkeinginan menjadi kaya, tapi tak mau mendekati Sang Pemilik alam semesta. Jika saja mahasiswa, dosen, dan para profesor rutin menunaikan sholat dhuha, saqadah dan sholat malam, maka tidak bisa dibayangkan bagaimana karakter manusia yang karakter yang terbentuk oleh kolaborasi kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual ini”. Begitu Ustadz Mansur memotivasi para jama’ah.

Di akhir khutbah, beliau mengajak jama’ah bersadaqah untuk pembangunan kamar mandi dan tempat wudhu’ baru di sebelah selatan Masjid. Tak ayal lagi, setelah sholat ditunaikan para jama’ah berbondong-bondong menuju arah mihrab tempat takmir meletakaan kotak sumbangan.

Matematika Sadaqah yang dikembangkan oleh Ustadz Mansur tentu ada beberapa bagian yang  dikritisi oleh para ustadz yang lain. Namun, pelajaran yang saya dapatkan dari uraian beliau, “Yakinlah akan janji Allah”. Karena Allah tiada mungkin mengingkari janji yang telah diikrarkanNya lewat Al Qur’an dan risalah NabiNYa. Jika janji pahala 700 kali lipat bagi orang yang berinfaq di jalan Allah telah mendapatkan bukti empiris dari pengalaman pribadi Ustadz Mansur dan kaummuslimin di seluruh dunia. Tentunya janji Allah bahwa “Laki-Laki baik untuk Perempuan yang baik, Laki-Laki Pezina untuk Perempuan Pezina” akan jua menjadi kenyataan.

So, saatnya belajar untuk yakin dengan janji Allah dan ikhlas menerima takdir yang telah ditetapkanNya…