Barusan aku nyampai di asrama setelah menghadiri acara Darul Arqam Dasar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UNY di Kali Kuning. Ya, meski sudah lama vakum, teman-teman instruktur yang baru masih memintaku untuk mengisi materi filsafat.

Asyik juga diskusi dengan peserta DAD yang memang pintar-pintar. Semua mau angkat bicara. Paling tidak, kendala pengkaderan terkait “sikap membisu” dapat diatasi. Ditambah suasana Kali Kuning yang memang berada di kaki Gunung Merapi hantarkan suasana sejuk dan fresh. Maklumlah, dah lama ngak menghirup udara bersih pegunungan.

Berangkat sekitar jam setengah enam pagi, alhamdulillah selamat sampai tujuan. Padahal baru pertama kali naik motor ke lokasi dan baru pertama kali motor grand-ku digenjot menelusuri jalan yang penuh tanjakan. Alhamdulillah, motor tuaku ngak mogok dan berulah.

Mulai mengisi materi jam 8.00, sesi materi filsafat yang kusampaikan berakhir jam 10.10.  Sebenarnya waktu banyak dihabiskan dengan diskusi. Aku memang menginginkan pesertalah yang banyak mengambil peran. Ternyata keinginanku itu bersambut, diskusi berjalan dinamis meski mereka agak pusing dengan pertanyaan teologisku yang mengacak-acak otoritas Ilahiah.

Habis ngisi materi, eh ada mas Sigit yang datang. Dia termasuk instruktur IMM yang dekat denganku. Maklumlah, mungkin karena pola pikir kami yang hampir mirip, jadinya pas ngobrol enak aja. Tadi cerita-cerita soal nikah. He2.. He2.. Maklumlah, minggu ini 2 teman sesama instruktur melangsungkan resepsi pernikahan, Mbak Ribkhi Amalia dan Mbak Endang.

Beranjak dzuhur, materi wawasan kebangsaan yang disampaikan mas Arif (admin website Muhammadiyah.or.id) pun selesai. Sempat ngobrol dengan Mas Arif tentang perkembangan blogku. Ternyata website Muhammadiyah pengunjungnya masih 900-an orang perhari. Ya, beda-beda dikit dari statistik blogku ini, 700-1800 perhari.

Habis sholat dzuhur sekalian jamak dengan ashar, aku dan mas Sigit-pun pamitan pulang. Pamitan sama peserta dan juga sama instruktur. Aku kagum dengan semangat instruktur baru meski cuma 5 orang. Salut sama peserta DAD meski 8 orang, tapi pintar-pintar. So, tetap istiqomah bersama IMM ya.. he2..he2..

Perkenalan yang menarik adalah ketemu lagi dengan orang Melayu. Ada peserta yang namanya Lia, dari Teluk Kuantan.  Jadilah kami ngomong pake bahasa Minang. Karena memang di Kuantan  bahasa Minang juga digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Heh.. Ku nikmati hari ini Ya Tuhan, karena masih engkau perkenankan aku untuk menjalani hidup yang begitu berwarna. Kak, aku selalu teringat  dirimu nan. Aku selalu bertanya-tanya bagaimanakah kabarmu di kampung halaman sana.

Masih banyak hal mesti dikerjakan. Masih banyak kekurangan diri yang mesti diperbaiki. Masih masih pekerjaan rumah yang mesti segera diselesaikan. Tentu, sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah, “Jadikanlah hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan jadikanlah hari esok lebih baik dari hari ini”.

Setelah amanah DAD ini selesai, masih ada tanggung jawab follow up, agar pengkaderan tidak mandeg. Sementara, tugas kuliah dan skripsi-pun sudah menanti. So, berusaha merampungkan amanah biar bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi.

Buat seluruh teman-teman IMM UNY dan UGM tetap semangat ya….he2…nhe2… Buat kakakku yang tersayang, aku akan terus menjaga perasaan ini, sampai ada keputusan dari-Nya.

Iklan