Pandangan Kosmologi Yahudi

Menelusuri pandangan kosmologi Yahudi, kita berhadapan dengan bipolaritas yang selalu mengiringi perjalanan sejarah bangsa Yahudi. Dalam Bible dikatakan bahwa Tuhan sebagai pencipta alama semesta telah memberikan “Tanah” kepada bangsa Yahudi sebagai konsekuensi logis manusia pilihan yang melekat pada darah mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, bangsa Yahudi ditimpa oleh berbagai ancaman dan kesengsaraan karena perbuatan durhaka mereka terhadap perintah Tuhan. Dinamika keramahan dan kemarahan Tuhan berpengaruh pula pada alam pikiran Yahudi yang terombang ambing dalam kegembiraan dan penderitaan, kerja keras dan berfoya-foya, keabraban dan pengasingan, penghargaan dan hukuman, kesuburan dan kemandulan, hari-hari baik dan hari-hari susah, keteraturan dan kekacauan.

• Mitos Kosmogoni dalam Hebrew Bible

Dalam Bible disebutkan Tuhan menciptakan dan memilihara alam semesta dalam beberapa tahapan:

1. Tuhan menciptakan alam semesta dan seluruh kehidupan bersamanya, semuanya ditata dan disusun secara cermat berdasarkan kehendak Tuhan.
Hal ini dapat kita lihat pada:

• Genesis (Kitab Kejadian) 1;1 – 24

1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3 Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
1:4 Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
1:5 Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
1:6 Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”
1:7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
1:8 Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
1:9 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
1:10 Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:11 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian.
1:12 Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:13 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.
1:14 Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
1:15 dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
1:16 Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
1:17 Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,
1:18 dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:19 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.
1:20 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.”
1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.
1:24 Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian.
1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
1:29 Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian.
1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
2:1 Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:4a Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.

• Psalm (Kitab Mazmur) 104:

104:1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,
104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,
104:3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin,
104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,
104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.
104:6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.
104:7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu,
104:8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka.
104:9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi.
104:10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung,
104:11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan;
104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.
104:13 Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu.
104:14 Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah
104:15 dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri karena minyak, dan makanan yang menyegarkan hati manusia.
104:16 Kenyang pohon-pohon TUHAN, pohon-pohon aras di Libanon yang ditanam-Nya,
104:17 di mana burung-burung bersarang, burung ranggung yang rumahnya di pohon-pohon sanobar;
104:18 gunung-gunung tinggi adalah bagi kambing-kambing hutan, bukit-bukit batu adalah tempat perlindungan bagi pelanduk.
104:19 Engkau yang telah membuat bulan menjadi penentu waktu, matahari yang tahu akan saat terbenamnya.
104:20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka haripun malamlah; ketika itulah bergerak segala binatang hutan.
104:21 Singa-singa muda mengaum-aum akan mangsa, dan menuntut makanannya dari Allah.
104:22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya;
104:23 manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang.
104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
104:25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar.
104:26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.
104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.
104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
104:31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!
104:32 Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap.
104:33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
104:34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.
104:35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!
• Psalm 74: 14-17
74:12 Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi.
74:13 Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.
74:14 Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara.
74:15 Engkaulah yang membelah mata air dan sungai; Engkaulah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir.
74:16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.
74:17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya.
Gambaran Kosmogoni ini bermaksud untuk memanggil orang-orang beriman untuk beribadah dan memuji Tuhan (sosok yang bertanggung-jawab atas terciptanya seluruh struktur dunia. Dimana beberapa hymns (pujian) mengindikasikan hal ini, seperti tertera dalam:

• Psalms 148
148:1 Haleluya! Pujilah TUHAN di sorga, pujilah Dia di tempat tinggi!
148:2 Pujilah Dia, hai segala malaikat-Nya, pujilah Dia, hai segala tentara-Nya!
148:3 Pujilah Dia, hai matahari dan bulan, pujilah Dia, hai segala bintang terang!
148:4 Pujilah Dia, hai langit yang mengatasi segala langit, hai air yang di atas langit!
148:5 Baiklah semuanya memuji nama TUHAN, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.
148:6 Dia mendirikan semuanya untuk seterusnya dan selamanya, dan memberi ketetapan yang tidak dapat dilanggar.
148:7 Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya;
148:8 hai api dan hujan es, salju dan kabut, angin badai yang melakukan firman-Nya;
148:9 hai gunung-gunung dan segala bukit, pohon buah-buahan dan segala pohon aras:
148:10 hai binatang-binatang liar dan segala hewan, binatang melata dan burung-burung yang bersayap;
148:11 hai raja-raja di bumi dan segala bangsa, pembesar-pembesar dan semua pemerintah dunia;
148:12 hai teruna dan anak-anak dara, orang tua dan orang muda!
148:13 Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.
148:14 Ia telah meninggikan tanduk umat-Nya, menjadi puji-pujian bagi semua orang yang dikasihi-Nya, bagi orang Israel, umat yang dekat pada-Nya. Haleluya!

• Psalms 33

33:1 Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
33:2 Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
33:3 Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
33:4 Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
33:5 Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
33:6 Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
33:7 Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.
33:8 Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia!
33:9 Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
33:10 TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa;
33:11 tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
33:12 Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
33:13 TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
33:14 dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.
33:15 Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.
33:16 Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.
33:17 Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.
33:18 Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
33:19 untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
33:20 Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
33:21 Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.
33:22 Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Psalms 8

8:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud. (8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.
8:2 (8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
8:3 (8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan:
8:4 (8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
8:5 (8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
8:6 (8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
8:7 (8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
8:8 (8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
8:9 (8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Pujian ini jarang sekali menjadi menyedihkan dibandingkan peringatan Sabbath puncak 7 hari aktivitas kreatif Tuhan. Sebagaimana disebutkan dalam Genesis 2; 2-3:
2:2 Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Setelah itu Tuhan menetapkan tempat peribadatan dan kuil. Hal ini menunjukan adanya kesinambungan antara konsep kosmogoni dengan ditetapkannyatata cara peribadatan manusia kepada Tuhan.

2. Tuhan fokus memperhatikan pada umat manusia dan lingkungannya (tumbuh-tumbuhan, sungai-sungai, binatang, burung-burung, yang diciptakan untuk kesenangan manusia).

Hal ini digambarkan dalam Genesis 2; 4b – 25 dan Genesis 3:
2:4b Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, —
2:5 belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu;
2:6 tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu–
2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
2:8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
2:10 Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang.
2:11 Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.
2:12 Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.
2:13 Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.
2:14 Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat.
2:15 TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”
2:18 TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”
2:19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.
2:20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.
2:21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
2:22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
2:23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
2:25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Hal ini juga disebutkan dalam Ezekiel 28; 12-19
28:12 “Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.
28:13 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.
28:14 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
28:15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.
28:16 Dengan dagangmu yang besar engkau penuh dengan kekerasan dan engkau berbuat dosa. Maka Kubuangkan engkau dari gunung Allah dan kerub yang berjaga membinasakan engkau dari tengah batu-batu yang bercahaya.
28:17 Engkau sombong karena kecantikanmu, hikmatmu kaumusnahkan demi semarakmu. Ke bumi kau Kulempar, kepada raja-raja engkau Kuserahkan menjadi tontonan bagi matanya.
28:18 Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar kekudusan tempat kudusmu. Maka Aku menyalakan api dari tengahmu yang akan memakan habis engkau. Dan Kubiarkan engkau menjadi abu di atas bumi di hadapan semua yang melihatmu.
28:19 Semua di antara bangsa-bangsa yang mengenal engkau kaget melihat keadaanmu. Akhir hidupmu mendahsyatkan dan lenyap selamanya engkau.”
Gambaran kosmogoni ini kelihatannya memberi kesan dasar agraris di antara manusia, dimana akan ditemukan kesan natural dalam memandang keutamaan bumi sebagai sumber kehidupan. Cerita dalam Bible di atas bermaksud untuk mengali asal mula dan makna keberadaan manusia, baik sebagai pemelihara dan perusak bumi itu sendiri.

3. Tuhan membuat sebuah sistem yang adil mengenai sebab dan akibat di dunia, untuk memberikan sebuah panduan konsekuensi tindakan (pahala atas kebajikan, kejahatan yang membawa kutukan) tergantung pada apakah tindakan menegakkan atau menumbangkan terciptanya harmoni seluruh realitas.

4. Tuhan menciptakan seseorang, memilih dari di antara seluruh bangsa-bangsa yang lain, menjadi utusan Tuhan untuk berhubungan dengan manusia.

Hal ini dapat kita temukan pada:
 Panggilan Tuhan kepada Abraham (Ibrahim)
 Eksodus dari Mesir,
 Mendirikan kerajaan (2 Samuel 7)

7:1 Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling,
7:2 berkatalah raja kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda.”
7:3 Lalu berkatalah Natan kepada raja: “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.”
7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
7:5 “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?
7:6 Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman.
7:7 Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?
7:8 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.
7:9 Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.
7:10 Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu,
7:11 sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.
7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
7:15 Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu.
7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”
7:17 Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.
7:18 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?
7:19 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH.
7:20 Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH?
7:21 Oleh karena firman-Mu dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukannya kepada hamba-Mu ini.
7:22 Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami.
7:23 Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya?
7:24 Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.
7:25 Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu.
7:26 Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu.
7:27 Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.
7:28 Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu.
7:29 Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya.”
 Eksodus baru dari pembuangan Babilonia
Pemujaan Tuhan telah dijadikan cara untuk menyatakan keterpilihan dan mencari keselamatan.

5. Tuhan menyatakan perang kepada pembangkang – chaos, dewa-dewa lain, musuh dari kalangan manusia – melalui munculnya perang suci untuk mengembalikan tatanan penciptaan dengan pahlawan-pahlawan Tuhan, kemudian melalui hukum seorang Raja.

Sebagaimana digambarkan dalam Kitab Keluaran 15:

15:1 Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: “Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
15:2 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia.
15:3 TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.
15:4 Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
15:5 Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
15:6 Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.
15:7 Dengan keluhuran-Mu yang besar Engkau meruntuhkan siapa yang bangkit menentang Engkau; Engkau melepaskan api murka-Mu, yang memakan mereka sebagai tunggul gandum.
15:8 Karena nafas hidung-Mu segala air naik bertimbun-timbun; segala aliran berdiri tegak seperti bendungan; air bah membeku di tengah-tengah laut.
15:9 Kata musuh: Aku akan mengejar, akan mencapai mereka, akan membagi-bagi jarahan; nafsuku akan kulampiaskan kepada mereka, akan kuhunus pedangku; tanganku akan melenyapkan mereka!
15:10 Engkau meniup dengan taufan-Mu, lautpun menutupi mereka; sebagai timah mereka tenggelam dalam air yang hebat.
15:11 Siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?
15:12 Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka.
15:13 Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.
15:14 Bangsa-bangsa mendengarnya, merekapun menggigil; kegentaran menghinggapi penduduk tanah Filistin.
15:15 Pada waktu itu gemparlah para kepala kaum di Edom, kedahsyatan menghinggapi orang-orang berkuasa di Moab; semua penduduk tanah Kanaan gemetar.
15:16 Ngeri dan takut menimpa mereka, karena kebesaran tangan-Mu mereka kaku seperti batu, sampai umat-Mu menyeberang, ya TUHAN, sampai umat yang Kauperoleh menyeberang.
15:17 Engkau membawa mereka dan Kaucangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri; di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu, ya TUHAN; di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN.
15:18 TUHAN memerintah kekal selama-lamanya.”
15:19 Ketika kuda Firaun dengan keretanya dan orangnya yang berkuda telah masuk ke laut, maka TUHAN membuat air laut berbalik meliputi mereka, tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut.
15:20 Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
15:21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: “Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.”
15:22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
15:23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
15:24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?”
15:25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
15:26 firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.”
15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Hal ini untuk mengokohkan perlindungan dan kehormatan Yahweh, untuk menjelaskan tentang pembebasan Israel dari hukum-hukum asing, dan menjustifikasi tata ibadat – kerajaan Israel.

6. Ketika chaos kembali datang pada masa selanjutnya, Tuhan kembali campur tangan untuk mengatasi kekacauan dan memusnahkan ciptaan saat ini, kemudian menciptakan kembali dunia serta memilih kembali “the chosen people”.

Tuhan akan memimpin pada final pertempuran besar terhadap kekuataan jahat. Setelah kemenangan diraih, Tuhan kembali membuat aturan-aturan sebagai penguasa alam semesta. Dalam hal ini batasan antara baik dan buruk tergambar dengan jelas. Dimana Tuhan menghilangkan penderitaan dan menjaga manusia dalam kedamaian.

Waktu

1) Time as movement (waktu sebagai gerakan)

Secara umum, ketika waktu didiskusikan dalam filsafat dan sains, termasuk kerja filsuf-filsuf klasik yahudi, waktu dipahami sebagai gerakan atau perubahan. Pergerakan planet-planet, detak jam, dan juga berbagai kejadian dilingkupi oleh waktu. Jika hal itu berhenti, waktu juga berhenti. Dalam ungkapan lain, waktu tak lebih daripada kejadian fisikal.

Dalam paradigma ini, sekilas kita setuju penciptaan langit dan bumi adalah ex nihilo, ini adalah kesimpulan sederhana bahwa waktu bermula sejak itu – sejak itu waktu adalah tidak lebih dari peristiwa-peristiwa alam semesta. Kenyataannya kita tidak bisa mengukur ketidakhadiran waktu adalah penyimpangan. Setelah semua itu, tidak bisa kita mengukur ketiadaan langit dan bumi– ruang dan materi. Maimonides dan banyak filsuf-filsuf yahudi klasik yang berpengaruh menentang pendapat aristoteles bahwa waktu adalah ciptaan bersama permulaan.

2) Time as a parameter of existence (waktu sebagai parameter eksistensi)

Pemahaman mendalam tentang waktu disebutkan secara samar-samar oleh beberapa filsuf-filsuf klasik yahudi: hakikat waktu – secara umum dikenal sebagai “immeasurable time” (waktu tak terhingga).

Seluruh ilmu pengetahuan sepakat dengan ukuran sesuatu. Tentu saja, ini adalah hal yang menakjubkan pada alam semesta kita bahwa dengan mengukur fenemena yang ada kita bisa mengukur dengan hasil yang akurat.

Tapi ada beberapa keterbatasan kemampuan yang kita miliki. Tentu, keterbatasan subjektif: ketelitian alat-alat pengukur, bentuk ukuran yang dipilih dan kesadaran subjek yang mengukur. Ukuran tidak benar-benar menyampaikan kepada kita secara langsung tentang fenomena yang kita ukur, tapi tentang alat-alat/media ukur dan hubungan kita dengan alat-alat tersebut.

Objek tidak bisa diketahui hakikatnya lewat ukuran-ukurannya saja. Begitu pula dengan waktu. Pengetahuan tentang perubahan, gerakan, dan peristiwa-peristiwa adalah ukuran-ukuran waktu. Kita bisa melangkah lebih jauh: ukuran-ukuran bagaimana sesuatu berjalan sesuai waktu. Waktu dalam dirinya sendiri (essential time) adalah parameter peristiwa-peristiwa yang terjadi.

Dalam paradigma ini, waktu tidak bergantung atas keberadaan ruang dan materi, tapi sebaliknya: peristiwa-peristiwa adalah rangkaian keberadaan waktu atas peristiwa-peristiwa yang terjadi. Faktanya, kita bisa memperluas peristiwa kepada kejadian penting, tanda kemunculan ruang dan materi: untuk mengatakan bawah sebelum ini tidak ada dan kemudian ada, telah menyatakan secara tak langsung keberadaan waktu. Jadi, perciptaan memandang waktu dan hal di luarnya berjalan beriringan.

3) Is Time Eternal? (apakah waktu kekal?)

Pertanyaan yang muncul: apakah hakikat waktu Tuhan? Dalam kata lain: apakah waktu pemberian absolut, sebagai Tuhan dalam dirinya sendiri, yang padanya peristiwa alam semesta terjadi? Atau apakah waktu hanyalah ciptaan lain, sebagaimana ruang dan materi?

Fokus pada hal ini, telah terjadi diskusi di antara filsuf-filsuf klasik yahudi. Dalam sifirnya Halkarim, Rabbi Yosef Albo menafsiran pendapat Maimonides dalam Moreh Nevuchim, “essential continuum of time” boleh jadi abadi dan tanpa permulaan. Resolusi Kabbalah dan Chassidism menegaskan aspek penting waktu telah diciptakan keluar dari kehampaan pada titik awal penciptaan.

Implikasi dari pandangan ini sangat besar. Secara umum, ketika filsuf-filsuf yahudi abad pertengahan berkeinginan untuk memaparkan secara logis bahwa alam semesta bermula, mereka menitikberatkan terutama pada kesementaraan alam semesta. Segala sesuatu akan rusak, seluruh sistem bekerja ke arah kematian – oleh karena itu segala sesuatu harus memiliki permulaan – atau kalau tidak mereka akan berjumpa dengan kematiaannya pada masa lalu yang tak terbatas. Ini serupa dengan konsep kita tentang entropi dan model sekarang ini tentang sebuah kesementaraan alam semesta.
Selintas kita mengakui bahwa time itself – (hakikat waktu) – adalah sebuah ciptaan, ini menjadi jelas bahwa segala sesuatu memiliki permulaan.

4) Time as Order (waktu sebagai tatanan)

Apakah “essenstial continuum of time” itu? Sebagaimana yang telah kami ungkapkan di atas, Taurat, menjadi tidak empirical science mupun sebagai intuitive philosophy, tapi sebagai tradisi turun-temuruh kebijaksanaan ilahiah, yang bisa mendiskusikan hakikat segala sesuatu. Bidang Taurat yang dikenal sebagai kabbalah memberikan pengetahuan ke dalam intisari fisik alam semesta kita dengan perbincangan bagaimana hal itu eksis pada bentuk abstact yang luas dalam hirerarki dunia tinggi. Setiapa naik ke dunia lebih tinggi ada semakin kuat hubungannya kepada titik mula penciptaan dan sesuatu eksis di sana dalam bentuk yang lebih esensial.

Waktu, dimulai tidak sebagai yang kita ketahui dalam dunia fisik, tapi sebagai hal yang abstak di dunia atas. Waktu adalah keteraturan (atau rangkaian atau hirarki – dalam Hebrew Cedar) –konsep bahwa sesuatu mendatangkan akibat yang lain. Rabbi Yehuda ben Rabbi Siman mengatakan bahwa “temporal order (seder zemanim) eksis sebelum penciptaan”. Rabbi Abahu mengatakan “diciptakan dan dihancurkan sebelum kita, eksis dalam bentuk waktunya – semuanya berbentuk abstak, yang tidak menyalahi nano second waktu fisikal.

Penting untuk diungkapkan bahwa walaupun kita mengatakan bentuk waktu mendahului penciptaan alam fisik, ketetapan ini tidak dalam term waktu fisik, bahwa ada bentuk ukuran – hanya sala kita tidak memiliki ukuran dunia atas atau fenemena yang terjadi di sekitarnya. Lagi pula, bentuk waktu juga merupakan satu penciptaan. Waktu mendahului penciptaan dunia fisik, tapi tidak dalam pengetian yang absolut.

Waktu juga diuraiakan dalam Chassidism sebagai perubahan terus menerus ratzo v’shov (aliran positif/negatif yang terus menerus dari kreatif energi yang mendorong seluruh fenomena alam semesta. Inti gerakan, jantung hirupan dan hembusan nafas, energi yang mengetarkan gelombang, partikel yang terombang ambing antara kedudukan positif dan negatif, substansi kosmos yang terus mengalir antar keberadaan dan ketiadaan. Aliran ini mendahului waktu sebagaimana yang kita kenal. Esensi rangkaian waktu pada dunia kita adalah manifestasi lanjutan dari dunia atas.

Kenapa penciptaan mengharuskan ratzo v’shov? Penjelasan umum dalam Chassidism beranjak dari: agar segala sesuatu eksis, 2 proses berlawanan diperlukan. Pada satu sisi, objek harus didukung oleh kehendak pencipta. Pada sisi lain, harus dirasakan dalam dirinya sebagai pelepasan dan entitas yang jelas pada dirinya. Ratzo v’shov adalah benda-benda dari konflik dinamis ini. Dalam arti lain, ia adalah perekat, atau perantara, antara kekuatan kreatif dan terciptanya makhluk-makhluk. Rabbi Menachem Mendel of Lubavitch (Tzemach Tzedek, 1789-1866) mengatakan, waktu adalah perantara antara jiwa kosmic dan ruang. Waktu adalah proses kejadian, sebagai penentang terhadap isi kejadian.

Berangkat lebih dalam, Waktu harus dipahami tidak sebagai “order of things” , atau sebagai aliran creative energy yang melingkupi dunia, tapi sebagai basic concept yang membuat semua menjadi mungkin. Dalam kata lain: “the order of things” dan irama eksistensi menjadi mungkin karena sebuah konsep yang dinamakan waktu. Mereka terjadi bersama waktu, tapi mereka tidak esensi waktu. Apakah esensi itu? Seperti esensi lainnya, hal ini bisa diuraikan denganh peristiwa yang terjadi bersamanya, tapi tidak bisa diketahui secara langsung.

Ketika kita mengatakan waktu bermula, kita tidak memaksudkan bahwa waktu didahului oleh ketidakhadirannya. Ketidakhadiran waktu juga berimplikasi pada konsep waktu. Yang kita maksudkan antara waktu dan kemungkinan (dalam dataran konsep) absen dimulai pada 6 hari penciptaan. Dalam bahasa teologis dikatakan, kita tidak mengatakan bahwa Tuhan ada di luar waktu. Namun, kita mengatakan bahwa Tuhan, waktu, dan non-waktu adalah parallel fiction, terlingking dalam apa yang Tuhan ciptakan. 2 hal ini adalah 2 sisi dalam satu ekspresi.

Alam Semesta

Kosmologi Yahudi abad pertengahan secara umum berbicara tentang kosmologi Yunani melalui pemikiran Arab. Masalah utama bagi pemikir-pemikir Yahudi terkait doktrin “creatio ex nihilo”. Semua pemikir-pemikir Yahudi menolak pandangan Aristetolian bahwa materi itu kekal, kecuali Maimonides (1134-1205) dan mayoritas pemikir-pemikir pada masanya tak cukup syarat untuk keyakinan “creatio ex nihilo”, mempertimbangkan hal ini sebagai batu pertama keimanan Yahudi, Gersonides (1288-1344) mengadopsi pandangan Plato “materi tanpa bentuk, ada dari keabadian, atas mana Tuhan mengadakan bentuk.

Maimonides mencurahkan perhatian membuka bagian kode besarnya untuk mendeskripsikan alam semesta dalam pendiriannya bahwa kontemplasi manusia tentang keluasan dan keajaiban penciptaan Tuhan menimbulkan rasa takjub dan membawa kepada cinta dan takut kepada Tuhan. Bagi Maimonides ada 3 tipe “ada” di alam semesta:

1. “Ada”yang memiliki bentuk dan materi, tapi mengalami kebusukan/kerusakan/kehancuran, misalnya: manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, mineral-mineral.
2. “Ada” yang memiliki bentuk dan materi, tapi tidak mengalami kerusakan/kehancuran, misalnya lingkungan/ruang, dan badan langit yang berdempetan dengannya.
3. “Ada” yang non – badaniah, hanya memiliki bentuk asli, misalnya: Malaikat.

Semua itu berada pada 9 ruang/lapisan:
– Bumi
– Lapisan 1: Sphere of Moon
– Lapisan 2: Sphere of Mercury
– Lapisan 3: Sphere of Venus
– Lapisan 4: Sphere of Sun
– Lapisan 5: Sphere of Mars
– Lapisan 6: Sphere of Jupiter
– Lapisan 7: Sphere of Saturn
– Lapisan 8: Sphere of Stars
– Lapisan 9: The Great Sphere with The Zodiac

Kabbalah

Kabala (bahasa Ibrani: קַבָּלָה; vokalisasi standar: Qabbala; vokalisasi Tiberias: Qabbālāh; secara harafiah berarti “menerima” dalam pengertian suatu “tradisi yang diterima “) adalah sebuah bentuk esoterik dari mistisisme Yahudi, yang berupaya untuk menyingkapkan pengertian-pengertian mistis yang terselubung dalam Tanakh (Kitab Suci Ibrani). Kabala menawarkan pemahaman mistis ke dalam hakikat ilahi.

Istilah “Kabala” mulanya digunakan dalam teks-teks Talmud, di antara Geonim (para rabi abad pertengahan awal) dan oleh Rishonim (rabi-rabi abad pertengahan yang belakangan) sebagai rujukan kepada kumpulan tradisi lisan yang lengkap dari ajaran Yahudi, yang tersedia untuk umum. Bahkan karya-karya para nabi dirujuk sebagai Kabala, sebelum mereka dikanonkan sebagai bagian dari tradisi lisan. Dalam pengertian ini Kabala digunakan dalam merujuk semua hukum lisan Yudaisme. Setelah beberapa lama, hukum lisan ini dicatat, tetapi ajaran-ajaran esoteriknya tetap tinggal sebagai suatu tradisi lisan. Dengan demikian, ajaran-ajaran esoterik tetap merupakan tradisi lisan. Jadi, istilah ini kemudian terkait dengan doktrin-doktrin pengetahuan esoterik mengenai Allah, ciptaan alam semesta Allah dan hukum-hukum alam, alasan-alasan untuk perintah-perintah di dalam Torah dan cara-cara Allah mengatur keberadaan alam semesta. Kini bahkan ajaran-ajaran esoterik Torah dicatat, tetapi tetap dikenal sebagai Kabala.

Menurut tradisi Yahudi Kabala berasal sejak Adam, meskipun para rabi liberal yang modern memperhitungkan asal-usulnya pada abad ke-13. Pengetahuan ini diturunkan sebagai sebuah wahyu untuk memilih orang-orang suci dari masa lampau yang jauh, dan sebagian besar, dilestarikan hanya oleh segeliintir orang yang beruntung. Protokol yang tepat untuk mengajarkan hikmat ini, serta banyak dari konsepnya, dicatat di dalam Talmud (bab kedua dari traktat Haggiga). Ia dianggap sebagai bagian dari hukum lisan Yahudi oleh sebagian besar orang Yahudi yang saleh di masa modern, meskipun hal ini tidak disetujui oleh banyak rabi liberal modern dan sebagian kecil dari rabi-rabi Ortodoks.

Kata קַבָּלָה pada umumnya ditransliterasikan sebagai “Kabala” tetapi juga dapat ditulis sebagai Cabbalah, Kaballah, Qabalah, dll.

Menurut para penganut Kabala, asal-usul Kabala dimulai dengan rahasia-rahasia yang disingkapkan Allah kepada Adam. Menurut sebuah midrash rabinik Allah menciptakan alam semesta melalui sepuluh sefirot. Ketika dibaca oleh generasi-generasi Kabalis yang belakangan, gambaran Torah tentang penciptaan dalam Kitab Kejadian menyingkapkan rahasia-rahasia tentang Allah sendiri, hakikat sejati Adam dan Hawa, Taman Eden, Pohon Pengetahuan tentang Hal yang Baik dan Jahat dan Pohon Kehidupan, serta interaksi dari makhluk-makhluk adikodrati ini dengan si Ular yang menyebabkan bencana ketika mereka memakan buah terlarang, seperti yang direkam dalam Kejadian 2.

Ten Sephirot

Sepuluh Sephirot adalah tahapan proses memperjelas rencana ilahiah sebagai membentangkan diri pada dunia kita. 10 Sephirot itu adalah:

1. Keter – Crown – Divine Plan/ Creator/ infinite light/ Ehyeh Asher Ehyeh – I AM THAT I AM (Supreme/ Total Consciousness)
Keter – Puncak – Divine Plan/Pencipta/Cahaya tak terhingga/Ehyeh Asher Ehyeh (I am that I am)/Maha Tinggi/Kesadaran Total
2. Chokmah – Divine Reality/ revelation/ Yesh me-ayin – being from nothingness (Power of Wisdom)
Chokmah – Divine Reality/wahyu/Yesh me-ayin (ada dari ketiadakadaan)/Kekuatan kebijaksanaan.
3. Binah – Understanding/ repentance/ reason (Power of Love)
Binah: Undestanding/penyesalan/oemikiran (kekuatan cinta)
4. Chesed – Mercy/ Grace/ Love of (intention to emulate) God (Power of Vision)
Chesed: kemurahan hati/keanggunan/cinta Tuhan (kekuatan penglihatan)
5. Gevurah – Judgment/ strength/ determination (Power of Intention)
Gevurah – keputusan/kekuatan/determinasi (kekuatan tujuan)
6. Tipheret – Symmetry/ balance/ compassion (Creative Power)
Tipheret: simetris/keseimbangan/keharusan (kekuatan kreatif)
7. Netzach – Contemplation/ Initiative/ persistence (Power of the Eternal Now)
Netzach: Kontemplasi/inisiatif/ketekunan (kekuatan keabadian saat ini)
8. Hod – Surrender/ sincerity/ steadfastness (Intellectual/ Observational Power)
Hod: penyerahan/ketulusan/kesetiaan (Intelektual/kekuatan observasi)
9. Yesod – Foundation/ wholly remembering/ coherent knowledge (Power of Manifesting)
Yesod: pondasi/ingatan menyeleruh/pengetahuan yang bertalian (kekuatan menyatakan)
10. Malkuth – Lower Crown – Kingdom/ physical presence/ vision and illusion (Power of Healing/ Accomplishment/ Level of Realization of Divine Plan)
Malkuth: puncak bawah – kerajaan/kehadiran fisik/visi dan ilusi (kekuatan menyembuhkan/kepandaian/ level realisasi Divine Plan.

Pandangan yang menyatakan Tuhan membungkus dirinya saat penciptaan adalah mungkin berasal dari sebuah teori emanasi yang menjadi ajaran terkemuka The Kabbalah. Ide yang berpendirian bahwa Tuhan mnciptakan beberapa dunia dan menghacurkan sebelum menciptakan satu dunia. Tuhan membanggakan dunia yang telah diciptakanNya. Dia meyatakan ciptaanNya adalah “very good” sebagaimana tertera dalam Genesis 1:31: Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Jika Tuhan sudah memuji kehebatan pekerjaanNya, siapa yang mampu mengkritis. Ada sebuah kepercayaan pada masa Rabbinic bahwa pada awalnya matahari dan bulan memiliki besar yang sama tapi karena bulan melancarkan protes “dua raja tidak bisa berkuasa pada satu kerajaan”, maka Tuhan menyuruhnya untuk membuat dirinya lebih kecil.

Tiap-tiap dunia membesar dan menghilang dari Divine Plan, dimana 10 sephirot merupakan manisfestasinya.

Masalah 7 Lapis Langit

Dalam Timaeus dan Republic , Plato berpendapat bahwa langit terdiri dari 7 lapis (sphere) yang masing-masing diwakili dengan 7 planet yang kelihatan :
 Yang Ilahi.
 Bintang tetap (tidak bergerak)
 7. Saturn
 6. Jupiter
 5. Mars
 4. Mercury
 3. Venus
 2. Matahari
 1. Bulan
 Bumi sebagai pusat alam semesta

Dan pada bagian lapis ke 8 tempatnya bintang-bintang tetap atau fixed stars. Di atasnya tempat bersemayamnya Tuhan. Konsep Plato ini mempengaruhi pemikiran Yahudi, tapi Yahudi yang menganggap angka 7 adalah angka keramat lebih memilih 7 lapis langit dan menempatkan bintang-bintang pada bagian lapisan yang paling bawah atau rakia. Yahudi tetap setia kepada Bibel yang mengatakan bahwa diluar alam semesta adalah air, dan dibawah bumi adalah alam kubur, maka lahirlah konsep cosmology Yahudi yang mengatakan bahwa langit terdiri dari 7 lapis dan dilapisan paling atas adalah air dan diatasnya lagi adalah tahta Ilahi.

Kutipan dari Talmud Tract Hagiga

Resh Lakish berkata, mereka (langit) ada tujuh, yaitu : Vilon, Rakhia, Shchakim, Zbul, Maon, Makhon, Araboth. Vilon tidak ada kegunaan apapun selain ini , ia muncul di pagi hari dan pergi di petang hari, dan memperbaharui setiap hari karya penciptaan. Rakia adalah yang tempat kedudukan matahari dan bulan, bintang-bintang dan gugus bintang. Shchakim adalah tempat baru gerinda berdiri dan menggerinda manna (makanan surgawi) untuk orang-orang kudus. Zbul adalah tempat dimana Jerusalem Surgawai dan Kuil, altar dibangun di sana, dan malaikat Michael pangeran agung berdiri dan mempersembahkan di atasnya suatu persembahan. Maon adalah tempat kelompok malaikat-malaikat yang melayani Allah, yang melantunkan nyanyian Nya di malam hari dan diam di siang hari demi kemuliaan Israel…… Makhon adalah tempat d perbendaharaan salju,……………………………………Araboth (langit ke 7) adalah dimana kebajikan dan penghakiman dan rahmat, harta-harta karun kehidupan dan damai dan berkat, dan jiwa-jiwa orang kudus dan jiwa-jiwa yang akan diciptakan…………… malaikat-malaikat yang melayani…………. tahta kemuliaan, dan sang Raja, Tuhan yang Hidup, tinggi dan ditinggikan, duduk diatas mereka di antara awan-awan, dan kegelapan dan awan dan kegelapan pekat mengelilinginya.

Daftar Pustaka:

  • Knight, Douglas A. 1985. “Cosmogony and Order in The Hebrew Tradition”. Edited by: Robin W. Lovin and Frand E. Reynolds. Cosmogony dan Ethical Order: New Studies in Comparative Ethics. The University of Chichago Press; Chicago and London.
  • Redaksi. 2009. Alkitab Terjemahan Baru. http://sabdaweb.sabda.org/bible/. Download 4 Mei 2009.
  • Tzvi Freeman, Tzvi. What is Time?. http://chabad.com. Download 5 Mei 2009.
  • Editor. Kabbalah. http://Wikipedia.com. Download 6 Mei 2009
Iklan