Dalam Al Qur’an Al Qolam (63) ayat 12-13, Allah berfirman:

12. yang sangat enggan berbuat baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa

13. yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya

  • Atsiimin pada ayat ke-12 berarti orang yang sangat berbuat maksiat dan berusaha mencari maksiat. Orang-orang “atsiim” berada dalam neraka dan memakan buah zaqqum sebagaimana diterangkan oleh Allah dalam Surat Ad Dhukhan.
  • ‘Utullin pada ayat ke 13 berarti orang yang mengakui mempunyai hal yang tidak dimilikinya. Mereka adalah orang yang sangat memusuhi, kasar, dan keras dalam penampilan fisik maupun sifatnya. Tidak tergerak jika diajak kepada kebaikan kecuali dengan sangat kuat. Menurut Ibnu Abbas, ‘Utullin adalah orang yang sangat durhaka, keras, munafik. Menurut Mujahid, ‘Utullin adalah orang yang sangat jahat. Menurut Ikrimah, ‘Utullin adalah orang yang kuat dalam kekufuran. Menurut Al Farraq, ‘Utullin adalah orang yang sangat permusuhannya. Menurut Qutaibah, ‘Utullin adalah orang yang sangat keras, kasar dan keras.Zaniimin pada ayat ke 13 berarti tanda kejelekan atau tanda jahat/sifat tercela.
  • Dalam Islam diajarkan untuk tidak menyerupai penampilan fisik orang-orang kafir dan orang-orang fasik. Hal ini dikarenakan, penampilan lahir bisa mempengaruhi batin.
  • Dalam bahasa Arab, untuk menyatakan penegasan/taukid suatu ungkapan bisa dengan menambahkan huruf “nun” dan “lam”. Sementara untuk mubalaghah (menyatakan sangat) bisa dengan menggunakan kata berwazan “fa”ala”.
  • Salah satu syarat taubat adalah berhenti/meninggalkan perbuatan dosa yang telah dilakukan.
  • Hadist: “Amal yang banyak memasukkan orang ke dalam sorga, taqwa pada Allah dan Akhlak yang baik.
  • Untuk merubah akhlak memang membutuhkan waktu dan perjuangan. Karena sifat melekat juga melalui perjalanan waktu. Oleh karena itu Allah memberikan ganjaran bagi kaummuslimin yang berjuang menghilang sifat-sifat buruk dalam dirinya.
  • Hutang adalah perkara yang memberatkan seorang muslim saat menemui kematian. Oleh karena itu agar terbebas dari jeratan hutang kita bisa belajar hidup prihatin dan sederhana. Untuk menumbuhkan sifat Qona’ah bisa dilakukan dengan melihat orang-orang yang hidupnya lebih memprihatinkan di bawah kita dan dengan tidak meremehkan nikmat yang diberikan Allah.
Iklan