Kalau kita membaca kisah para Romo (Pendeta Katolik) maka kita akan mendapatkan riwayat pendidikan filsafat dalam biografinya. Pernah suatu kali dosen saya bercerita, “kalau umat Islam di sepertiga malam dianjurkan untuk Qiyamul Lail (Sholat Malam), maka dalam tradisi kepastoran, para Romo banyak melakukan telaah literatur pada saat kebanyakan orang semakin menikmati tidur”.

Dalam batas tertentu, kita dapat memahim kenapa ceramah para Romo lebih berbobot daripada khutbah Jum’at yang seringkali membuat ngantuk para jamaah. Karena memang pengetahuan filsafat membuat otak terus dipacu untuk berpikir dan menghadirkan kenikmatan intelektualitas yang semakin meng-haus-kan dahaga keingintahuan.

Pada kesempatan Kajian Tafsir Al Qur’an tadi pagi, Prof. Dr. Yuhanar Ilyas menerangkan bahwa “Para Romo belajar filsafat dikarenakan ada sesuatu yang lemah dalam dogma Kristiani, terutama masalah trinitas. Sehingga membutuhkan penguatan logis dari filsafat.  Prof. Yunahar mengatakan, “Para Romo menggunakan filsafat untuk berkilah dari pertanyaan seputar keimanan Nasrani, yang memang susah untuk diterima akal”.

Terlepas dari sindiran itu, harus kita akui, saat ini pembelajaran filsafat dan penerbitan buku-buku filsafat di Indonesia masih dipegang oleh Nasrani. Ketenaran Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara sudah menjadi barang umum bagi pecinta filsafat. Dan kehadiran Pustaka Kanisius yang sangat aktif menerbitkan buku-buku filsafat, telah memulai jejaknya pada tahun 1960-an yang lalu.

Sementara dalam masyarakat Islam, Filsafat masih dianggap sesuatu yang asing. Bahkan beberapa kelompok Islam menyatakan sikap “anti filsafat”. Saya tak tahu kenapa? Apakah gejala “gejala logika mistika” yang dikritik oleh Tan Malaka dalam Madilog, masih bertahan sampai saat ini? Hingga Ponari menjadi laris karena “batu yang jatuh dari langit” dan para Caleg yang stress masih saja mendatangi para normal, untuk menghadapi depresi jiwa.

Apakah bangsa ini masih diliputi awan kegelapan sehingga hingga abad ini, masih larut dalam hal-hal yang bermau tahayul? Entahlah…