Sekalipun cinta telah kuuraikan dan ku jelaskan  panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri… Meskipun lidahku telah mampu menguraikan, namun tanpa lidah cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya… Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta… Cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan tercinta… (Anna Althafunnisa, dalam Ketika Cinta Bertasbih)

Sudah beberapa hari ini aku join dengan milis Film Ketika Cinta Bertasbih. Ternyata anggotanya ramai juga. Apa ini menandakan kerinduan yang menggebu dengan rilis film yang diangkat dari Novel Habiburrahman Al Shirazy ini?

Ya, paling tidak di tengah kegersangan dan panasnya suhu politik di negara ini, kedatangan “Ketika Cinta Bertasbih” bisa mendinginkan hati dari amarah dan ambisi. Menjernihkan jiwa tentang kedudukan manusia sebagai hamba di hadapanNya. Dan tentunya menghadirkan idola sebenarnya di tengah kebinggungan kemanakah diri hendak mencari taulada, terutama yang melanda anak-anak muda.

Saya, udah lihat trailernya di situs resmi Film Ketika Cinta Bertasbih. Duh, benar-benar ngak sabar nunggu tanggal 11 Juni. Kayaknya mesti nabung dulu, biar dapat kursi vip. He..He2.. Sudah ngak sabar lihat akting mbak Anna Althafunnisa. He2.. He2..

Barusan, sempat juga lihat salah satu Soundtrack KCB yang dibawakan Ayusitha. Tapi kok, saya ngak nge-feel ya? Kok lirik, musik dan kualitas vokalnya biasa-biasa aja. Ya, mudah-mudahan themesong yang lain bisa lebih bagus.