Tiga malam liburan minggu ini ku habiskan dengan acara antah berantah. Dimulai sejak kamis. Setelah main futsal sama polisi-polisi muda yang kayaknya didrop untuk mengawal jalannya Pemilu, dengan kemenangan 5-2, malamnya bersama anak-anak asrama yang pada masih belum keringatan, aksi menghabis-habiskan stamina dilanjutkan di Next Futsal Jalan Solo. Lumayan juga, main 2 jam penuh.

Jum’at malam, acara jalan-jalan malam alias malala berlanjut karena ada teman asrama putri yang kerja di Clumberger lagi liburan ke Jogja. Sudah menjadi kebiasaan kami, kalau ada yang teman-teman yang udah kerja datang ke Jogja, maka sang tamu harus ngajak makan. Maka, sampailah aku bersama 7 anak-anak asrama lainnya malam itu di sebuah warung ikan bakar di Jalan Taman siswa.

Dan kemarin, pas malam mingguan, entah kenapa anak-anak pada semangat makan keluar. Rencananya sih cuma mau ke Hollywood aja dekat Kopma UGM. Tapi karena tutup, terpaksalah kami merubah haluan. Capek keliling-keliling, akhirnya diputuskan makan di Goeboex Senturan. Serius, aku pertama kali makan di tempat kayak ginian. Kirain, warung lesehan biasanya aja, eh ternyata tempat nokrong para ABG. Nan terlihatlah “dunia lain” yang membuatku kikuk memasukinya. Ya terlihat gerombolan cewek dan cowok dengan minuman dan rokok di tangan. Di beberapa meja, ada juga yang main kartu remi.

Yang terlihat juga macam-macam. Tapi kebanyakan para cewek ABG dengan pakaian serba minim. Ya, alamat bikin dosa lagi deh. Serta karena stress atau ngak tahu harus hilangkan sakit di hati aku menikmati suasana itu. Terserahlah, aku mau lupakan kejadian pagi hari. Saat, hatiku tercabik-cabik karena mengetahui dia sudah dikhitbah.

Sambil ketawa dengan omongan ngak jelas bersama teman-teman asrama, lama juga makanan datang. Padahal perut sudah lapar. Setelah setengah jam baru pesanan diantar pramusaji.

Menjelang jam 11 malam, karena ada jadwal ronda, segera motor dipacu menuju asrama. Baru nyampai di asrama, aku tersadar, tempat kayak gitu ngak cocok buatku. Kata teman, Goeboex ni baru kelas ecek-ecek. Masih banyak yang lebih high. Aku ngak bisa membayangkan kalau yang high, godaan nerakanya akan sedasyat apa. Ya, mudah2an ini terakhir kali aku makan di tempat yang ngak jelas.

Nanti, cari istri yang pinter masak aja. Biar senang terus di rumah. Karena godaan di luar sana memang luar biasa. Kalau tak kuat, alamat diri terseret dalam lembah nan hina.

Tuhan, jika Engkau masih sayang kepada hamba-Mu ini, hadirkanlah bidadari hati nan mampu obati sepi. Selamatkan diri dari dosa dan kemaksiatan. Seorang bidadari yang mampu riangkan dan sucikan hati. Karena aku tak sanggup lagi hidup sendiri, Tuhan.